Bupati Muaraenim Ditangkap KPK

Tidak Rapi dan Bergelombang, Melihat Proyek Jalan Tersangka Suap Bupati Muara Enim

Untuk menuju lokasi pembangunan proyek tersebut ditempuh dalam waktu sekitar 4.5 jam dari Kota Muaraenim

Tidak Rapi dan Bergelombang, Melihat Proyek Jalan Tersangka Suap Bupati Muara Enim
Tribun Sumsel/ Ika Anggraeni
Proyek pembangunan peningkatan jalan yang di laksanakan oleh PT Enra Sari di Desa Lubai Makmur, SP Lecah, Mekar Jaya, dan Lubai Persada, Kamis (5/9/2019) 

TRIBUNSUMSUMSEL.COM, MUARAENIM-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membongkar praktir suap proyek di Kabupaten Muara Enim.

Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka yakni Bupati Muara Enim (non aktif) Ahmad Yani, Kepala Bidang Dinas PUPR Muara Enim, dan Pengusaha.

Bupati Muaraenim Ahmad Yani disangkakan dengan korupsi pada 16 proyek pembangunan jalan dengan nilai pagu Rp 130 miliar.

Dari Rp 130 miliar itu, Ahmad Yani diduga menerima 10 persen dalam bentuk commitment fee di angka Rp 13,4 miliar.

KPK merilis commitment fee itu diberikan oleh satu perusahaan milik Robi Okta Fahlefi alias ROF yang kini sudah jadi tersangka.

Perusahaan itu bernama PT Enra Sari.

Tribunsumsel.com kemudian memantau pembangunan proyek PT Enra Sari berupa peningkatan Jalan desa Lecah, Mekar Jaya dan Lubai Persada di Kecamatan Lubai Ulu, Kamis (5/9/2019).

Untuk menuju lokasi pembangunan proyek tersebut ditempuh dalam waktu sekitar 4.5 jam dari Kota Muaraenim.

Tampak hampir sebagian besar proyek pembangunan jalan baik di desa Lecah, Mekar Jaya, Lubai Makmur,dan Desa Lubai Persada kecamatan Lubai Ulu dilaksanakan oleh Robi Okta Fahlevi.

Sebagian proyek yang dikerjakan oleh Robi tersebut sudah selesai.

Halaman
1234
Penulis: Ika Anggraeni
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved