Gadis Kecil di Muaradua Jari-jarinya Diamputasi Karena Penyakit Langka, Umurnya Baru 5 Tahun

Wartawan Tribun mendatangi bocah Laura di Muaradua OKU Selatan yang diduga mengidap penyakit langka. Kondisinya sangat memprihatinkan

Gadis Kecil di Muaradua Jari-jarinya Diamputasi Karena Penyakit Langka, Umurnya Baru 5 Tahun
ALAN/SRIWIJAYA POST
Kondisi tangan bocah L yang harus diamputasi karena penyakit langka. 

TRIBUNSUMSEL. MUARADUA - Wartawan Tribun mendatangi bocah L di Muaradua OKU Selatan yang diduga mengidap penyakit langka.

Sebelumnya beredar kabar gadis kecil dalam kondisi memprihatinkan karena mengidap penyakit langka.

Ujung-ujung jari dan kulitnya seperti terbakar lalu lama ke lamaan kecil menghitam dan harus diamputasi.

L (5) anak ketiga pasangan Suami Istri Didik (40) dan Juminem (35) Warga Kampung Sawah Kelurahan Pasar Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan mengidap penyakit yang langka.

Derita 2 Remaja Kakak Adik di OKU: Sejak Bayi Idap TBC Kulit, Umur 19 Tahun Tapi Terlihat 10 Tahun

Akibat penyakit yang dideritanya sejak setahun terakhir, anak perempuan tersebut mengalami cacat fisik 6 ujung jari dari lima jari bagian tangan serta satu jari kaki harus diamputasi serta bagian pergelangan tangan dan lutut kaki yang sebelumnya sempat bengkak seperti melepuh kini menyisahkan bekas luka seperti halnya bekas luka bakar.

Juminem, orang tua laura menceritakan awalnya penyakit anaknya tersebut terjadi sekitar Bulan September 2018 lalu, atau lebih kurang telah diderita selama setahun terakhir.

Kondisi bocah L.
Kondisi bocah L. (ALAN/SRIWIJAYA POST)

"Awalnya dia mengeluhkan rasa nyeri-nyeri dan bagian lutut kedua kaki dan siku kanan bagian depan, setelahnya membengkak berwarna kemerahan yang menimbulkan rasa sakit," ungkap Juminem, Rabu (4/8/2019).

 Derita 2 Remaja Kakak Adik di OKU: Sejak Bayi Idap TBC Kulit, Umur 19 Tahun Tapi Terlihat 10 Tahun

Rasa nyeri-nyeri dan sakit di waktu-waktu dan membengkak, membuat anak yang sangat ingin bersekolah tersebut kesulitan beraktivitas berjalan sehingga harus berhenti sekolah TK dan membuat Bocah malang tersebut kerap menangis kesakitan.

Berbagai pengobatan telah dilakukan Didik dan Juminem, bahkan karena penyakit langka yang diderita anaknya sempat dibawa keorang pintar untuk diruqiah namun hasilnya masih nihil.

Halaman
12
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved