Berita Lahat

250 Balita di Lahat Stunting, Kurang Gizi dan Bertumbuh Pendek, Ini Harus Dilakukan Orangtua

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT–Ratusan balita di Kabupaten Lahat mengalami stunting (pertumbuhan pendek)

250 Balita di Lahat Stunting, Kurang Gizi dan Bertumbuh Pendek, Ini Harus Dilakukan Orangtua
Sripo/ Ehdi Amin
Pembahasan soal penanggulangan Stunting di Oproom Pemkab Lahat, Rabu (7/8/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT–Ratusan balita di Kabupaten Lahat mengalami stunting (pertumbuhan pendek).

Kondisi ini terjadi akibat saat ibu hamil kurang energi kronik (KEK).

Kemudian sewaktu melahirkan berat badan rendah, asupan makanan kurang, pola asuh yang salah, kesehatan lingkungan, serta sumber air bersih.

Hal tersebut seperti dikatakan Kadinkes Lahat, dr H Rasyidi Amri MT MKM.

Diungkapkan Rasyidi, dari data Dinkes Lahat, hingga tahun 2019, ada 250 balita mengalami stunting yanh tersebar di 33 puskesmas.

Pemprov Sumsel Diserahkan Tanggung Jawab Pemeliharaan Fisik LRT

Menurutnya, stunting ini menyerang balita mulai 0-59 bulan, yang memang diperlukan pengawasan dari orang tua, maupun petugas kesehatan.

“Sasarannya balita 0-59 bulan. Kebanyakan di desa. Penyebabya ketika hamil kurang energi kronik, sewaktu melahirkan berat badan rendah, asupan makanan kurang, pola asuh yang salah, kesehatan lingkungan, serta sumber air bersih,"ungkapnya di Oproom Pemkab Lahat, Rabu (7/8/2019).

Untuk mengantisipasi hal tersebut penerapan perilaku hidup bersih sehat (PHBS), pola asuh, makanan bergizi seimbang dan pemberian ASI Eksklusif 0-6 bulan.

“Pemberian susu formula pada bayi, ikut berpengaruh, apabila kebanyakan menyebabkan obesitas, kalau kekurangan badan menjadi kurus,”jelasnya.

Lebih dari 300 Anak di Kabupaten PALI Idap Stunting, Terbanyak di Talang Ubi

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Lahat, Lidyawati Cik Ujang SHut menyampaikan, tentunya stunting ini menjadi prioritas ke depan.

Untuk menekan angka balita kondisi pertumbuhan pendek, apalagi mereka merupakan generasi penerus bangsa.

“Peranan orang tua begitu penting, guna melihat tumbuh kembang anaknya selain asupan makanan, pemberian vitamin. Supaya kekerdilan dapat kita tekan,” tutupnya.

Gelar Rakon PKK, Febrita Targetkan Penurunan Angka Stunting di Sumsel

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H Ferry Fahrizal SKM MKM mengemukakan, percepatan angka penurunan stunting, dalam kurun waktu 3 tahun ini, menjadi penting karena berdampak sangat luas, mempersiapkan generasi penerus.

“Tidak hanya kecerdasan tidak mampu bersaing, waktu masuk usia senja faktor resiko tinggi. Pemerintah pusat fokus dalam penurunan stunting,” ucapnya. (SP/ Ehdi Amin)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved