Berita Palembang

Breaking News : Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara Digantikan Irjen Pol Firli MSI

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnaen Adinegara dikabarkan diganti Irjen Pol Firli.Pergantian jabatan Kapolda Sumsel ini telah dikonfirmasi oleh Tribu

Tribun Sumsel/ M Ardiansyah
Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnaen Adinegara dikabarkan diganti Irjen Pol Firli.

Pergantian jabatan Kapolda Sumsel ini telah dikonfirmasi oleh Tribunsumsel sebelumnya.

Sedikit Informasi Irjen Pol Firli merupakan perwira tinggi polri yang sebelumnya mengemban amanat

sebagai deputi penindkan KPK sejak tahun 2016 lalu.

Profil Irjen Pol Zulkarnaen Adinegara

 Inspektur Jenderal (Irjen) Zulkarnain Adinegara merupakan sosok penting terciptanya situasi kondusif keamanan di Sumatera Selatan (Sumsel).

Jenderal bintang dua ini sejak Agustus 2017 dipercaya Kapolri menjadi Kapolda Sumsel.

Rendah hati, pemaaf, namun tegas itulah sifat Kapolda Sumsel yang ditangkap masyarakat

Bagaimana tidak rendah hati, seorang jenderal namun tak mau diperlakukan dengan istimewa.

Tribunsumsel.com menangkap sifat tersebut saat melihat sang jenderal yang tak mau memakan nasi kotak namun memilih nasi bungkus sama dengan yang dimakan anggota polisi lain

Sifat lainnya yang ditunjukkan Kapold Sumsel ini adalah bagaimana dirinya dengan ikhlas memaafkan driver online yang menabraknya saat sedang bersepeda

Padahal sang driver sama sekali tak peduli saat melakukan penabrakan alias tabrak lari

Satu lagi yang diingat oleh masyarakat Sumsel adalah slogan 'Kami Sikat'

Slogan yang khusus ditujukan kepada para penjahat di Sumatera Selatan.

Pencapaian yang diraih putra OKU Timur saat ini tidak mudah.

Wartawan tribunsumsel.com, M Ardiansyah berkesempatan mewawancarai profil Irjen Zulkarnain Adinegara di ruang kerjanya, Rabu (19/12/2018). 

Irjen Pol Zulkarnain Adinegara ternyata sempat tak bisa mengambil ijazah SMA lantaran tidak memiliki biaya.

Zulkarnain Adinegara hanyalah orang desa yang memiliki orangtua bekerja sebagai petani.

Tetapi dengan tekat dan semangat untuk sekolah, ZUlkarnain memutuskan untuk merantau dan bersekolah di Palembang.

"Jujur saja, dulu ijazah saja tidak bisa diambil karena tidak ada uang. Ikut seleksi dan dinyatakan lulus kedokteran Unsri, tetapi tidak diambil karena orangtua tidak ada uang untuk biaya kuliah," kata jenderal bintang dua ini. 

Keterbatasan biaya, tak membuat Irjen Zulkarnain patah arang.

Pria kelahiran 31 Oktober 2961 ini malah diajak seorang teman untuk ikut tes AKABRI (Akademi Angkatan Besenjata Republik Indonesia).

Meski tidak mengerti apa itu Akabri, Zulkarnain tetap berupaya untuk bersungguh-sungguh mengikuti tes.

Dengan upaya yang sungguh-sungguh, ternyata Zulkarnain dinyatakan lulus tes Akabri.

Teman yang mengajaknya ikut tes, malah tidak lulus tes Akabri.

Saat itu, Zulkarnain muda tetap semangat mengikuti pendidikan di Akabri.

Saat penentuan jurusan, jenderal bintang dua ini ingin sekali menjadi prajurit TNI AU.

Namun, karena berdasarkan uji psikotes, ia harus memilih untuk menjadi seorang Polisi.

Kembali tak sesuai keinginan, tetapi Zulkarnain muda tetap optimis apa yang telah ditentukan Tuhan kepadanya merupakan yang terbaik bagi dirinya.

Dari sana, Zulkarnain memutuskan untuk menjalani apa yang sudah diperuntukan Tuhan bagi dirinya.

Ia menikmati dan senang menjalankan pendidikan. Berat badannya bukan turun melainkan naik.

"Intinya saya gembira banget, sampai berat badan naik. Meksi harus berjemur, naik turun gunung, latihan, tetapi senang sekali dan sangat gembira," cerita putra asli Sumsel ini.

Apa yang dilakukannya selama pendidikan, sudah diambil hikmahnya dan memang sudah menjadi jalan dari Tuhan.

Dari itulah, menjalani apa yang telah ditakdirkan Tuhan kepada dirinya. Meski, apa yang sebenarnya menjadi impiannya tidak bisa tercapai tetapi dengan semangat dan bersyukur bisa membawa kebahagian dikemudian hari.

Saat disinggung mengenai perintah-perintah yang diberikan kepada anggotanya, jenderal bintang dua ini terus berupaya untuk memberikan win win solution dalam memecahkan suatu masalah.

Namun, ia sangat marah bila ada satu kasus yang menyebabkan korbannya mengalami luka berat atau sampai meninggal dunia.

Karena memang, bila menyangkut nyawa seseorang ia tidak mau kompromi.

Maka dari itulah, perintah tindakan tegas dan sikat habis penjahat dengan tindakan sadis selalu diperintahkan kepada para anggotanya.

"Saya bukan benci dengan orangnya, tetapi tindakannya itu. Seperti kasus-kasus sopir taksi online yang dirampok lalu dibunuh, itu sangat sadis. Makanya saya tegaskan kepada anggota sikat habis," ungkapnya.

Putra Belitang OKU Timur ini juga menyadari, apa yang telah diperbuat kepolisian memang belum bisa membuat masyarakat merasa puas.

Namun, ia terus berupaya terlebih sebagai Putra Sumsel ia ingin agar Sumsel bisa aman dari tindak kejahatan.

Irjen Zulkarnain juga berpesan kepada generasi muda khususnya di wilayah Sumsel, untuk tidak mudah mempercayai berita-berita hoax.

Kapolda Sumsel Irjen Pol ZUlkarnain Adinegara
Kapolda Sumsel Irjen Pol ZUlkarnain Adinegara (Tribun Sumsel/ Agung Dwipayana)

Saat ini zaman sudah demokratis dan anak muda bisa mengembangkan kemampuan yang dimiliki,

Bisa menjadi caleg, bupati atau mengembangkan kemampuan diri yang dimiliki.

"Saya selalu mengatakan begini, jagalah pikiranmu, maka dia akan menjadi kata-katamu. Jagalah kata-katamu maka dia akan menjadi perbuatanmu. Jagalah perbuatanmu, maka dia akan menjadi kebiasaanmu. Jagalah kebiasaanmu, maka dia akan menjadi akhlamu dan integritasmu. Jagalah akhlaknya dan integritasmu, karena ia akan menentukan masa depanmu," ungkapnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved