Selalu Masuk 10 Besar tapi Siswa Ini Tidak Diluluskan, Dianggap Kritis, KPAI Ungkap Kejanggalannya

TRIBUNSUMSEL.COM-Kasus siswa tidak diluluskan karena bersikap kritis di LOmbok, Nusa Tenggara Barat (NTB), memasuki babak baru.

Selalu Masuk 10 Besar tapi Siswa Ini Tidak Diluluskan, Dianggap Kritis, KPAI Ungkap Kejanggalannya
KOMPAS.com/FITRI R
Retno Listyarti, Komisionel Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) membeberkan sejumlah kejanggalan terkait ketidak lulusan Aldi Irpan, siswa kelas XII IPS, SMAN 1 Sembalun, Lombok Timur, yang tidak lulus karena kritis terhadap kebijakan kepala sekolahnya. 

TRIBUNSUMSEL.COM-Kasus siswa tidak diluluskan karena bersikap kritis di LOmbok, Nusa Tenggara Barat (NTB), memasuki babak baru.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) menemukan sejumlah kejanggalan kebijakan tidak meluluskan AI, siswa kelas XII jurusan IPS, SMA Negeri 1 Sembalun, Lombok Timur.

KPAI berada di Lombok sejak Rabu hingga Jumat (24/5/2019) untuk mengumpulkan informasi tentang kasus ini.

KPAI berkunjung ke rumah AI serta bertemu keluarganya untuk memastikan bahwa informasi atau berita yang beredar terkait ketidaklulusan AI sesuai fakta.

"Saya memang langsung menuju Sembalun, Lombok Timur, begitu tiba di bandara, Rabu (22/5/2019) kemarin, mengorek semua informasi dari semua pihak, termasuk mengumpulkan data-data resmi yang memang dikeluarkan secara resmi oleh sekolah, seperti raport," kata Komisioner KPAI Retno Listyarti, Jumat (24/5/2019).

Dia mengatakan, keputusan ketidaklulusan AI harus dipertimbangan kembali karena berpotensi kuat melanggar hak-hak anak dan demi kepentingan terbaik bagi anak.

Kesalahan-kesalahan yang dilakukan AI menurut kepala sekolah, guru BP (Bimbingan Konseling), bukanlah jenis pelanggaran berat dan bukan tindakan pidana.

"Mengungkapkan pendapat dan mengkritisi kebijakan sekolah dijamin Konstitusi Republik Indonesia, partisipasi anak juga dijamin Undang-Undang Perlindungan Anak, bahkan suara anak wajib didengar pihak sekolah," kata Retno.

KPAI berikut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Kemendikbud RI, yang diwakili Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) NTB, Inspektorat NTB, serta pihak kepala sekokah SMAN 1 Sembalun dan jajarannya, menggelar rapat koordinasi, Kamis (23/5/2019).

Rapat itu berjalan hampir 3 jam dan cukup alot, karena Kepala Sekolah, Sadikin Ali, tetap bersikukuh bahwa keputusannya tidak meluluskan AI, merupakan keputusan final dan merupakan keputusan Dewan Guru.

Halaman
1234
Editor: Wawan Perdana
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved