Polemik PBB Palembang

Pemkot Palembang Belum Pernah Paparkan Hasil Konsultan PBB ke DPRD

Anggota DPRD kota Palembang komisi II Alex Andonis mengungkapkan pemerintah kota Palembamg belum pernah memaparkan hasil dari konsultan PBB

Pemkot Palembang Belum Pernah Paparkan Hasil Konsultan PBB ke DPRD
YANDI/SRIWIJAYA POST
Puluhan orang dari Aliansi Pemuda Peduli Palembang (AP3) meminta walikota Palembang membatalkan kebijakan menaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Jumat (17/5/2019) di Kantor walikota Palembang Jalan Mardeka Palembang. 

Alex juga mengungkapkan untuk pembatalan kenaikan biaya PBB ini dikatakan tidak mungkin tapi ditinjau ulang pasti.

"Kalau batal tidak mungkin tapi pengurangan setelah peninjauan masih mungkin," katanya.

Breaking News: Demonstrasi Tolak Kenaikan PBB Kota Palembang, Desak Dewan Gunakan Hak Interpelasi

Menurutnya pribadi, kalau memang naik hingga 400 persen memang pemerintah tidak memikirkan psisikologi rakyat.

"Kalau saya, biaya PBB naik itu pasti tapi tidak drastis terapkan satu tahun dulu naik sedikit, 2 tahun seiring jalan dengan sosialisasi," ujarnya.

"Jadi masyarakat tidak terkejut, bahkan mereka akan mengerti mengapa naik, apaguna dan sebagainya jangan tiba-tiba, jangan sosialisai ke rakyat, DPRD jadi tidak di kasih tahu," tutupnya.

Wali Kota Palembang Harnojoyo menegaskan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang ratusan persen dilakukan sebagai bentuk penyesuaian atau berdasarkan nilai jualnya (nilai jual objek pajak/NJOP).

Menurutnya, penyesuaian ini juga telah melalui tahapan konsultasi dan sesuai kondisi lapangan.

"PBB memang dasarnya NJOP-nya sudah naik, yang sudah dikonsultasikan kepada konsultan terkait perihal pemetaan wilayah."

"Istilah sebenarnya bukan naik, tapi menyesuaikan dengan nilai jual objek pajak," ujar Harnojoyo dijumpai usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi tentang HUT ke-73 Provinsi Sumsel, Rabu (15/5/2019).

Harnojoyo melanjutkan, harga NJOP tersebut naik karena penyesuaian di lapangan dan sudah sepantasnya.

Halaman
123
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved