Breaking News:

OKI Jadi Percontohan Pencegahan Kebakaran Hutan Perkebunan dan Lahan Berbasis Klaster

Kabupaten OKI menjadi percontohan (pilot project) pencegahan kebakaran hutan perkebunan dan lahan (Karhutbunla) dengan sistem klaster

Penulis: Retno Wirawijaya | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Retno Wirawijaya
Rapat pencegahan kebakaran hutan perkebunan dan lahan (Karhutbunla) dengan sistem klaster di OKI, Jumat (3/5/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM,KAYUAGUNG-Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi percontohan (pilot project) pencegahan kebakaran hutan perkebunan dan lahan (Karhutbunla) dengan sistem klaster.

Asisten Deputi Tata Kelola Kehutanan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Prabianto Mukti Wibowo, program klaster di OKI menjadi percobaan penting.

Apakah program itu dapat dijalankan di lapangan dan dapat menjadi solusi permanen pencegahan karhutla atau tidak.

“Pemerintah ingin mengubah paradigma dari penanggulangan menjadi pencegahan karhutla. Mengapa karena biaya yang dikeluarkan akan jauh lebih mahal jika karhutla sudah terjadi,” kata Prabianto di Kantor Bupati OKI, Jumat (3/5/2019).

Prabianto menambahkan, pencegahan karhutla berbasis klaster ini mewajibkan perusahaan kehutanan dan perkebunan ikut bertanggung jawab mencegah karhutla.

Cuaca di Palembang Terasa Panas Bikin Gerah, BMKG : Kemarau Tahun Ini El Nino Aktif

Tidak hanya di wilayah konsesi, melainkan juga di luar konsesi pada radius 3-5 km.

Setiap perusahaan menurut dia diwajibkan untuk menetapkan desa binaannya berdasarkan skala jarak.

Misalnya ring 1, ring 2, dan ring 3.

Ring 1 adalah desa yang berada dalam kawasan konsesi atau langsung berbatasan dengan konsesi perusahaan.

Ring 2 merupakan desa-desa yang tidak langsung berbatasan dengan wilayah konsesi dan berjarak maksimal 3 km dari batas wilayah konsesi.

Sementara Ring 3 yakni desa-desa yang tidak langsung berbatasan dengan wilayah konsesi dan berjarak 3-5 km dari batas wilayah konsesi.

Program pencegahan karhutbunlah berbasis klaster di OKI mengikutsertakan 27 perusahaan pemegang konsesi, pemegang izin usaha di bidang kehutanan dan perkebunan.

Mereka didorong untuk terlibat aktif membina masyarakat desa di sekitar konsesi, melakukan deteksi dini, dan juga pemadaman dini.

Fintech DanaBagus Tawarkan Solusi Pinjaman Dana Online Pendidikan Kuliah, Ini Platform dan Tenornya

"Program ini juga diharapkan mampu mengedepankan proses perubahan perilaku masyarakat untuk dapat terlibat lebih aktif dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan," kata Bupati OKI melalui sekretaris Daerah Husin.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten OKI, Listiadi Martin mengungkapkan, pihaknya juga sedang merumuskan regulasi yang bisa memperkuat program pencegahan karhutlah berbasis klaster tersebut.

“Regulasinya bisa berupa peraturan pemerintah atau turunannya. Hal ini sedang kami rumuskan,” katanya.

Untuk status siaga pengendalian kebakaran kebun dan lahan (Dalkarhutlah) tahun 2019 menurut Listiadi sudah ditetapkan sejak 4 April hingga 31 Oktober 2019.

Bersama stake holder terkait menurut Listiadi ada sebanyak 7 posko telah disiagakan pada 11 Kecamatan dan 6 desa rawan Karhutbunlah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved