Buah Perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Penuh Makna dan Pelajaran untuk Umatnya

Bulan Rajab adalah bulan dimana Nabi Muhammad S.A.W melakukan perjalanan Isra’ dan Miraj, yakni dari masjidil haram ke Aqsa dan menuju Tuhannya

Buah Perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Penuh Makna dan Pelajaran untuk Umatnya
banjarmasin post
Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

Do’a Ibrahim untuk seluruh anak cucunya hanya akan mengenai orang-orang yang baik dan tidak dzalim. Khusus untuk Isra’ dengan syarat mencapai tingkat perbuatan baik yang sebanding.

Demikian yang telah diceritakan Allah di dalam Al-Quran Surat Ath-Thur Ayat 21:

“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya”.

Perbuatan baik Nabi Muhammad S.A.W saat itu mencapai perbuatan baik Nabi Ibrahim A.S, demikian yang dikabarkan Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 68:

“Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan Nabi ini (Muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman”.

Perjalanan Isra’ Nabi Muhammad S.A.W adalah perjalanan beliau menjalankan perintah Allah yaitu perintah mengikuti agama Nabi Ibrahim A.S yang lurus yaitu Al-Qur’an Surat Al-An’am ayat 161:

“Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar; agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik".

Dipertemukan dengan Nabi Ibrahim
Mengapa Nabi Muhammad S.A.W harus dipertemukan dengan Nabi Ibrahim A.S? tujuan utamanya adalah untuk belajar agama yang benar, karena agama Nabi Ibrahim sudah banyak diubah oleh sebagian umat Yahudi dan Nasrani, yang kedua-duanya saling berbantah-bantahan mengaku sebagai pengikut agama Ibrahim yang lurus, demikian diceritakan didalam Al-Quran Surat

Ali Imran dari ayat 65-67 yang terjemahannya:

“Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah-membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir?Beginilah kamu, kamu ini (sewajarnya) bantah membantah tentang hal yang kamu ketahui, maka kenapa kamu bantah-membantah tentang hal yang tidak kamu ketahui?; Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui. Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik."

Halaman
1234
Penulis: Lisma Noviani
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved