Berita Gubernur Sumsel
Dikunjungi Komisi X DPR RI, Herman Deru Curhat Soal Harga Karet hingga Jakabaring
Rendahnya harga karet dan tingginya angka kemiskinan di Sumsel menjadi dua masalah
Tak hanya membahas, soal Jakabaring, karet dan kemiskinan, dalam diskusi itu HD juga banyak menyinggung soal status tenaga guru honorer dan upah yang dijanjikan.
Di hadapan sekitar 35 orang anggota Komisi X, HD menitipkan pesan agar upah guru honor yang dijanjikan sesuai UMR benar-benar direalisasikan dengan tegas dan jelas.
"Harus jelas clusternya honorer seperti apa. Ini harus jelas," tegasnya.
Ketua Komisi X DPR RI Sultan Adil Hendra mengakui kecerdasan yang ditunjukkan Gubernur Sumsel Herman Deru.
Meski baru menjabat 3 bulan namun visi misinya sudah sangat jauh ke depan.
Hal ini dapat dilihat dari respon HD terhadap kehadiran Komisi X DPR RI.
"Kita akui kecerdasannya. Beliau paham betul bidang-bidang yang ada di Komisi X seperti pemuda, olahraga dan ekonomi kreatif. Saya lihat pemikiran beliau terhadap Sumsel luar biasa terutama SDM yang jadi sasaran utama," jelasnya.
Selain itu ia juga menilai HD sangat konsen dan berpihak pada para guru honorer yang ada di wilayahnya.
Hal itu nampak jelas karena dalam diskusi singkat HD dengan lugas menyampaikan aspirasi ke anggota Komisi X yang hadir.
"Keberpihakannya pada honorer sangat tinggi. Selain itu dia juga konsen dengan kelanjutan pemanfaatan Jakabaring.
Ia bahkan mengusulkan ini jadi pusat study olahraga di Indonesia. Beliau benar-benar tidak mau menyia-nyiakan ini," jelasnya.
Beberapa anggota Komisi X DPR RI yang hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya Dra Popong Otje Djunjunan dari Fraksi Golongan Karya, Ferdiansyah Fraksi Partai Golongan Karya.
Hj Ledia Hanifa Amalia dari Fraksi PKS, Yayuk Basuki dari Fraksi PAN, Ir Sri Meliyana dari Fraksi Partai Gerindra.
Arzetty Bilbila Setyawan dari Fraksi PKB dan sejumlah anggota lainnya.