Berita Palembang

Ujian Berbasis Komputer Lumrah, Disdik Sumsel Tunggu Regulasi Penerapan Ujian Berbasis Android IOS

Ujian berbasis smartphone atau handphone pintar bisa membuat aktivitas mereka berselancar di dunia maya jauh lebih edukatif

Penulis: Melisa Wulandari | Editor: Wawan Perdana
Tribun Sumsel/ Shinta Dwi Anggraini
Siswa SMK Negeri 5 Palembang menunjukkan ponsel pintar berbasis android 

"Ya silahkan saja," katanya singkat.

"Tapi alangkah bagusnya kalau kita mengikuti perkembangan dan kecanggihan IT dengan mengkombinasikannya ke internet," tambahnya.

Apabila ujian sudah praktis memanfaatkan android, pasti pola pembelajaran pun otomatis berubah.

"Mau tidak mau generasi saat ini harus menghadapi perkembangan IT dan otomatis gaya belajar pun harus harus dinamis," katanya.

Dengan menggelar pembelajaran dan ujian pakai android, bisa mengurangi dampak negatif dari penyalahgunaan teknologi.

"Kalau selama ini pakai HP dilarang dalam kelas, maka harus diawasi dan dibimbing dengan baik. Sekarang bagaimna yang dilarang itu dimanfaatkan dengan positif, itu saja poin pentingnya," tutupnya.

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 5 Palembang sudah menerapkan terobosan ini dengan menggelar ujian berbasis android pada ujian tengah semester (UTS), Rabu (10/10/2018).

Telepon pintar yang biasanya digunakan sebagai alat komunikasi atau bermain, kini beralih fungsi menjadi media ujian bagi pelajar di SMK Negeri 5 Palembang melalui aplikasi yang telah terpasang di telepon pintarnya.

Diikuti sebanyak 1.400 siswa kelas X, XI dan XII, ujian ini berlangsung mulai dari senin hingga kamis besok.

Kepala SMK Negeri 5 Palembang Drs H Zulfikri MPd mengatakan, UTS berbasis android sendiri baru pertama kali dilakukan di sekolah ini.

"Ujian yang bisa dikatakan unik ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya pengawasan yang lebih efektif dan efisien serta nilai para siswa setelah 45 menit ujian langsung diketahui dan diumumkan," ujarnya.

Dilanjutkannya, keefisien dan efektifnya ujian ini karena tidak harus membutuhkan tenaga kerja untuk mengoreksi hasil ujian.

"Karena semua sudah terakumulasi dengan sendirinya berapa skor atau jumlah yang mereka dapat,” lanjutnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved