Kisah Pakar Ular Tewas Digigit Ular Pohon dari Afrika Selatan, Sempat Dokumentasikan Kematiannya

Ini kisah tentang ahli ular, Karl Patterson Schmidt, yang mencatat dengan terperinci proses kematiannya

Tribun Sumsel/Net
Ular 

Kata terakhir yang ia tulis di buku hariannya adalah, "Sangat banyak."

Pada 13:30, setelah makan siang, ia muntah-muntah dan menelepon istrinya.

Ketika bantuan datang, ia tidak sadar dan tubuhnya basah oleh keringat. Seorang dokter berusaha untuk menyadarkan Schmidt namun upaya ini tak berhasil dan Schmidt akhirnya dibawa ke rumah sakit.

Pada 15:00 Schmidt dinyatakan meninggal dunia karena "tak bisa bernafas".

Hasil otoposi menunjukkan ia kesulitan bernafas karena pendarahan pada paru-paru.

Disebutkan pula bahwa ia meninggal akibat pendarahan dalam di bagian mata, paru-paru, jantung, dan otak.

Sangat berbisa
Eksperimen ilmiah yang dilakukan dua dekade setelah kematian Schmidt menyimpulkan bahwa ular pohon adalah salah satu ular paling mematikan di Afrika.

Bisa ular ini sangat beracun.

Gigitan ular ini menyebabkan apa yang disebut sebagai disseminated intravascular coagulation (DIC).

Gejala ini ditandai dengan pembekuan darah pada pembuluh darah kecil di tubuh.

Pembekuan darah dapat menghambat aliran darah melalui pembuluh darah, yang dapat merusak organ tubuh.

Kerusakan seperti ini dapat menyebabkan korban meninggal dunia.

Ular pohon banyak ditemukan di Afrika bagian tengah dan selatan.

Ukuran panjang ular pohon dewasa rata-rata adalah 100-160 sentimeter, beberapa di antaranya bisa mencapai 180 sentimeter.

Ular pohon memangsa bunglon, kadal, katak, mamalia ukuran kecil, burung, dan telur yang mereka temukan di sarang burung.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved