Berita Lahat

Demi Keadilan, Pengurus Persatuan Angkutan Batubara Sumsel Ancam Setop Tronton Bila Lewat Jalan Umum

Adanya pelarangan, diakui pengusaha akan berimbas kepada penghasilan yang bergantung dengan jumlah angkutan batubara tersebut

Sripoku.com/ Ehdi
Dilarangnya angkutan batubara melintasi jalan umum, terhitung, Kamis (8/11). Membuat truk angkutan batubara setop operasional 

Apalagi sopir- sopir yang bekerja adalah warga lokal. Mereka saat ini tidak tahu mau kerja apa. Sementara yang punya tronton itu kebanyakan pengusaha besar.

Sebelumnya, Gubernur Sumsel Herman Deru melalui Sekda Sumsel Nasrun Umar, menggelar rapat.

"Dengan segala pertimbangan matang, Pergub 23 tahun 2012 tentang tata cara pengangkutan batubara di jalan umum dicabut terhitung 8 November 2018 mulai pukul  00.00 WIB. Jadi mulai 8 November tidak ada lagi truk batubara di jalan umum," tegas Nasrun.

Baca: Gubernur Herman Deru Tawarkan Win-Win Solution Soal Batubara

Nasrun mengatakan, kebijakan itu diambil terkait banyaknya masukan dan aspirasi masyarakat yang berada di sekitar jalan yang dilalui truk batubara.

Dengan dicabutnya Pergub tersebut artinya tata cara pengangkutan batubara kembali ke Perda Nomor 5 tahun 2011 yakni pengangkutan batubara dilakukan melalui jalur khusus batubara.

"Sebagaimana diucapkan pak gubernur ini sesuai visi misi nya membawa Sumsel maju untuk semua. Makanya semua akan diwujudkan dalam bentuk nyata sejak 1 hari dilantik," ujarnya.

Untuk menindaklanjuti hal ini Pemprov Sumsel juga sudah menugaskan tim khusus dari Dishub, Dinas ESDM dan pihak kepolisian terkait masalah di lapangan.

"Konsekuensi ditutupnya jalan umum angkutan batubara ini,  Kadishub ditugaskan sejak Pergub ini dicabut untuk melakukan  pengawasan dan pengaturan atas operasional di jalan raya," tambahnya.

Dikonfirmasi Gubernur Sumsel Herman Deru, membenarkan telah mencabut Pergub Nomor 23 Tahun 2012.

Dengan dicabutnya Pergub tersebut secara otomatis Perda Nomor 5 tahun 2011 yang sempat tertunda bisa dijalankan.

HD berharap dengan kebijakan ini aktivitas masyarakat di sepanjang jalan umum yang kerap dilintasi truk batubara bisa lebih nyaman tanpa gangguan.

Diapun mengaku lega karena harapan masyarakat sudah terakomodir.

"Saya juga berterimakasih kepada para pengusaha tambang, pengusaha angkutan karena telah mendukung saya," jelas HD.

(Ehdi Amin/Sripoku.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved