Daftar Daerah di Sumsel Berpotensi Banjir dan Longsor Saat Curah Hujan Ekstrem
Pada masa musim peralihan saat ini harus waspada potensi hujan lebat secara tiba-tiba, durasi singkat disertai angin kencang dan petir
Penulis: Linda Trisnawati |
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kasi Data dan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kenten Palembang, Nandang menjelaskan, daerah-daerah yang berpotensi banjir dan longsor di Sumatera Selatan bila curah hujan ekstrem.
Wilayah itu di hulu sungai, sepanjang aliran sungai, dataran rendah dan daerah tebing perbukitan seperti di Lahat, Muara Enim, Baturaja, Muara Dua, Pagaralam, Tebing Tinggi, Lubuklinggau dan Empat Lawang.
"Dapat kami sampaikan bahwa saat ini di bagian belahan bumi bagian utara khususnya di Asia Tenggara pada bulan Oktober ini sebagian wilayahnya sudah memasuki awal musim hujan termasuk Indonesia Bagian Utara," ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (14/10/2018).
Baca: Well Head Lubricating System, Inovasi Pertamina EP Prabumulih Tambah Pemasukan Rp 2 Miliar per Bulan
Baca: Makin Ketat, Cara Buat Surat Izin Mengemudi (SIM) Harus Lampirkan Hasil Uji Pendengaran
Namun untuk wilayah Sumsel diperkirakan secara umum masuk awal musim hujan 2018/2019 di bulan November Dasarian 1 sampai 2 Dasarian (jangka waktu yang lamanya 10 hari berturut-turut). Hujan yang terjadi saat ini merupakan masa peralihan.
"Pada masa musim peralihan saat ini masyarakat harus mewaspadai potensi hujan lebat secara tiba-tiba, durasi singkat disertai angin kencang dan petir."
"Selain itu masyarakat juga harus mewaspadai lingkungan sekitar khususnya yang berada di dataran rendah seperti sepanjang aliran sungai, daerah bertebing dan lereng berbukit untuk menghindari potensi banjir dan longsor," jelasnya.
Ia pun menjelaskan untuk kondisi cuaca tiga hari ini diperkirakan akibat ada nya tekanan rendah di sebelah barat Sumatera Barat/Bengkulu dan tekanan rendah di laut Cina bagian Selatan.
Baca: Basuh Wajahnya di Tempat Persemedian Suzanna, Luna Maya Rasakan Hal ini
Baca: Harga Paket Internet Murah 25 GB, Hanya Rp 50 Ribu dari Telkomsel, Begini Caranya
Tekanan itu membuat massa udara tertahan dan berbelok di arah Wilayah Sumsel ke arah tekanan tersebut yang menyebabkan potensi awan dan hujan lokal semakin bertambah.
Diperkirakan kondisi ini akan masih berlangsung hingga satu hari kedepan.
"Sedangkan terkait potensi gempa untuk wilayah Sumsel ini masuk kategori sedang, jadi potensi itu selalu ada karena sebagian wilayah di Sumsel dekat dengan patahan besar Sumatera atau Sesar Semangko dan dekat dengan lempeng zona subduksi India-Australia dan Lempeng Sunda Eurasia serta dekat dengan ring fire Asia yaitu Gunung Dempo yang masih aktif," jelasnya.
Selain itu daerah Sumsel lainnya yang juga bisa terkena dampaknya seperti di Pagaralam, OKU Selatan, Tebing Tinggi, Lahat, Empat Lawang, Lubuk Linggau, Baturaja dan sebagian Muara Enim.
Baca: Saleem Abdul Majeed Vokalis Band Iklim Meninggal Dunia, Sebulan Jalani Perawatan Usai Kecelakaan
Baca: Meski Nilai Tukar Dollar Rp 15.000, Sri Mulyani Didaulat Menteri Keuangan Terbaik Asia Pasifik Timur
"Kalau untuk Kota Palembang sendiri relatif lebih aman, namun potensi merasakan terjadi gempa sudah sering dirasakan. Hanya getaran gempa yang di rasakan skala 1 MMI sampai dengan IV MMI dan sejauh ini belum merusak sifat nya," tutupnya.