Meski Nilai Tukar Dollar Rp 15.000, Sri Mulyani Didaulat Menteri Keuangan Terbaik Asia Pasifik Timur

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerima penghargaan sebagai Menteri Keuangan Terbaik Tahun 2018 di Asia Pasifik Timur

Meski Nilai Tukar Dollar Rp 15.000, Sri Mulyani Didaulat Menteri Keuangan Terbaik Asia Pasifik Timur
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbincang dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebelum acara pelantikan di Istana Negara Jakarta, Rabu (27/7/2016). Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengumumkan 12 nama menteri dan Kepala BKPM di teras belakang Istana Merdeka. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNSUMSEL.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerima penghargaan sebagai Menteri Keuangan Terbaik Tahun 2018 di Asia Pasifik Timur.

Penghargaan ini diberikan di sela-sela IMF-WB Annual Meeting 2018 atau Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu (14/10/2018) malam.

Baca: Mahfud MD Jelaskan Kampanye Negatif tak Dilarang, tapi Kampanye Seperti Ini yang Bisa Dihukum

Anugerah Finance Minister of the Year East Asia Pacific ini diberikan atas kiprah Sri Mulyani mempertahankan reputasi keuangan Indonesia di tengah kondisi yang lebih menantang saat kembali menjabat Menkeu kedua kalinya.

Baca: Film Bernapas Dalam Kubur: Tak Ada Lagi Foto Suzanna di Rumahnya, Suami Ungkap Hal ini

Menurut Kompas.com yang dikutip TribunSolo.com, kebijakan Sri Mulyani dianggap kredibel dan efektif.

Penghargaan ini diberikan oleh majalah Global Markets, majalah berita terkemuka di bidang pasar ekonomi internasional yang 30 tahun terakhir menjadi salah satu acuan  para pelaku dan institusi di sektor ekonomi dan keuangan internasional.

Baca: Cerita Luhut Usai Perhelatan IMF-World Bank di Bali : Presiden World Bank Saja Kami Suruh Naik Taksi

Ditulis Global Markets, Sri Mulyani mendapat tantangan terbesarnya saat datang kembali (dari Amerika Serikat).

Perekonomian Indonesia menawarkan potensi besar tetapi memberikan beban persoalan yang serius bagi Kementerian Keuangan.

Pengumpulan pajak telah lama menjadi masalah di Indonesia, namun pemerintah juga berjuang untuk membelanjakan uangnya.

“Bagi kami, reformasi di bidang perpajakan bukanlah kemewahan maupun pilihan,” ujar Sri Mulyani saat menerima penghargaan.

"Itu adalah keharusan."

"Kita bersama dengan komunitas global berkomitmen dengan automatic exchange of information (AEOI, Red) dan berkoordinasi dengan negara-negara untuk menghindari BEPS (Base Erotion and Profit Shifting, Red)."

Halaman
12
Editor: Siemen Martin
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved