Pilpres 2019

Ruhut Sitompul Khawatirkan Polling di Twitter, 'Nanti Faktanya Kalah yang Menang Dituduh Curang'

Masalah polling di twitter tentang siapa yang didukung pada pertarung pemilihan presiden (pilpres) semakin panas

KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Anggota tim sukses pasangan calon Gubernur-Wakil Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, Ruhut Sitompul bersalaman dengan Agus Harimurti Yudhoyono sebelum mengikuti rapat pleno penetapan pasangan calon gubernur-wakil gubernur DKI pada Pilkada 2017, di Balai Sudirman, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (24/10/2016). Ketua Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta Soemarno memastikan Pilkada DKI Jakarta 2017 diikuti tiga pasang calon gubernur dan calon wakil gubernur. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Masalah polling di twitter tentang siapa yang didukung pada pertarung pemilihan presiden (pilpres) semakin panas.

Banyak pro dan kontra adanya polling tersebut, namun ada juga yang menggap itu hanya sebagai lucu-lucuan belaka.

Baca: Dinilai Rusak Barisan #2019GantiPresiden Hingga Minta SBY Ambil Tindakan, Ini Reaksi Andi Arief

Baca: Fadli Zon Minta Demokrat Tertibkan Andi Arief Usai Isu Mahar 500 M, Saya Gak Mungkin Ditertibkan

Bahkan Profesor Said Didu pun menganggap, im buzzer sudah dikerahkan untuk melakukan polling tersebut.

Sejauh ini, artis, politisi hingga instansi baik perusahaan swasta maupun organisasi lainnya membuat polling. Hasilnya pun beragam, ada yang hasilnya memenangkan Prabowo-Sandiaga ada juga yang memenangkan Jokowi-KH Ma'ruf Amin.

Kali ini adanya polling ditanggapi oleh politisi mantan timses Ahok, si Raja Minyak dari Medan, Ruhut "poltak' Sitompul.

Dilansir dari akun tweitternya, Ruhut menjelaskan, bahwa polling saat ini sudah bertebaran di jagat dunia maya.

Polling yg banyak nongol dijagat twitter akhir2 ini yg hampir semua hasilnya memenangkan Capres/Wapresnya lucu banget, “Kenapa tidak 100% saja Jagonya Menang, kalau bohong jangan tanggung2 nanti Faktanya Kalah yg Menang dituduh Curang” #2019 Mohon Pak JOKOWI 1X lagi MERDEKA.

Masifnya polling pemilihan presiden yang bertebaran di akun media sosial, menuai reaksi dari beberapa tokoh publik.

Ada yang ikut-ikutan membuat polling, sampai mengkritik dan menyayangkan polling tersebut.

Baca: Lucinta Luna Ngaku Habiskan Rp 750 Juta Oplas di Korea, Dua Sahabat Ini Ungkap Fakta Berbeda

Baca: Dipo Latief Santai Aibnya Dibongkar, Nikita Mirzani Ngaku Dekati Atlet Basket Ini, Dia Lebih Sehat

Dari berbagai polling yang dibuat, ada yang memenangkan pasangan Prabowo-Sandiaga, ada juga yang memenangkan pasangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin.

Guru besar stastistik IPB, Khairil Anwar pun memberikan reaksi atas masifnya polling tersebut.

Menurutnya, hasil polling di twitter tidak bisa dipercaya, dan pada umumnya polling di twitter tidak sahih secara metodologi,

"Jadi tidak usah dipercaya, cukup dijadikan lucu lucuan dan/atau hiburan saja." tulis Khairil di akun twitternya.

Bukan hanya guru besar statistik yang menilai banyaknya polling, Prof Said Didu mantan Sekretaris Kementerian BUMN ini pun berkomentar.

Dikutip dari akun twitternya, @saididu mencuitkan

Betul juga, isu bhw mulai tadi pagi terjadi “serangan” buzzer ke semua polling Capres/cawapres lewat Medsos.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved