Berita Palembang

Gawat, Listrik LRT Diduga Disabotase, Butuh Perbaikan 2 Bulan dan Bisa Ganggu Asian Games

para petinggi PLN saat ini tengah dibuat pusing.Proyek galian listrik PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumbagsel di kawasan Kenten terganggu akibat

TRIBUNSUMSEL.COM/ABRIANSYAH LIBERTO
LRT - Suasana depo Light Rail Transit (LRT) zona 5 dari udara di Jalan Gubernur H Bastari, Jakabaring, Palembang, Minggu (29/4/2018).TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu dan Sri Hidayatun

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Para petinggi PLN saat ini tengah dibuat pusing.

Proyek galian listrik PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumbagsel di kawasan Kenten terganggu akibat saluran kabel tegangan tinggi (SKTT) berkekuatan 150 KV, yang digunakan untuk menunjang proyek Light Rail Trasit (LRT), terputus. Padahal jadwal ujicoba LRT sudah dekat.

PLN menduga ada sabotase.

Deputi Manager Hukum PLN UIP Sumbagsel, Rohati Tarigan, mengatakan kabel terputus akibat disabotase atau dirusak oleh orang tak dikenal.

Info itu dia terima, Kamis (3/5) sekitar puku 19.00 WIB.

"Saya baru terima infonya dan sekarang sedang menuju ke lokasi untuk mengecek," ujarnya kepada Tribun Sumsel.

Rohati belum mendapat laporan detil. Yang ia tahu baru terkait sabotase kabel. Pihaknya akan melaporkan insiden itu ke polisi.

"Yang jelas dampaknya mengangu pekerjaan kami untuk LRT. Pastinya ini akan kami laporkan ke pihak kepolisian. Apapun yang menyangkut tindak pidana pasti kami laporkan," tegas dia.

Secara terpisah, Manager Unit Pelaksana Proyek Jaringan Sumsel (UPPJS), Effendi mengatakan, kabel yang putus merupakan sarana penunjang operasional Asian Games.

Effendi khawatir, karena ada masalah ini, membuat jaringan listrik saat perhelatan Asian Games terganggu, bahkan dampak paling buruk PLN tidak dapat mengaliri listrik pada LRT yang rencananya akan segera diujicoba.

"Akibat kerusakan ini mengakibatkan jaringan SKTT PLN untuk kota timur Kenten terputus dan tidak bisa dioperasikan. Akibatnya, pasokan listrik penunjang Asian games dipastikan terputus," katanya.

Effendi menerangkan, proyek galian seharga Rp 1,3 Triliun ini terputus berpotensi mengakibatkan seluruh jaringan di Kota Palembang ikut merasakan dampaknya.

Menurutnya, kerusakan ini memang terjadi di satu titik yakni di kawasan Jalan Kapten Najamudin Kenten, tetapi itu akan berdampak pada jaringan diseluruh kota Palembang.

"Kalau satu titik rusak, dampaknya se-Sumsel. Jadi upaya kami selama ini sia-sia. Untuk satu titik ini kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 22 miliar," tegasnya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved