Gara-gara Cuitan Ramalan,Sarwendah Marah ke Mbah Mijan, Reaksi Sang Paranormal Mengejutkan!
Pasangan Ruben Onsu dan Sarwendah terusik dengan ramalan Mbah Mijan.Ruben Onsu (Bensu) menilai cara Mbah Mijan
TRIBUNSUMSEL.COM -- Pasangan Ruben Onsu dan Sarwendah terusik dengan ramalan Mbah Mijan.
Ruben Onsu (Bensu) menilai cara Mbah Mijan keliru soal menyiarkan hasil penerawangannya atas dirinya.
Meski memahami ada maksud baik di sana, tapi cara Mbah Mijan sangat keliru.
Sarwendah, istri Ruben Onsu tersinggung dengan ucapan pakar supranatural tersebut.

Bensu menyebut bahwa selama ini Sarwendah lah yang mengurus dia mati-matian.
"Gue liat respon istri gue yang kecewa banget, dia yang ngerawat gue," kata Ruben Onsu saat ditemui Grid.ID di Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa (24/4/2018).
Ruben sebut Mbah Mijan sudah kelewat batas.
Sampai-sampai Sarwendah menantang Mbah Mijan untuk bertemu.
"Dia sangat tersinggung. Lu liat istri gue ga gila sensi, bisa dilihat isi postingan di Instagram-nya mengenai anak, mengenai masakan yang dia masak."
"Jadi orang yang diem aja bisa marah berarti lu udah keterlaluan. Karena istri gue akirnya nantangin, mana itu dia ngomong," jelasnya dengan amarah.
Beruntungnya, Bensu bisa meredakan emosi Sarwendah kala itu.
"Akhirnya gue bilang itu enggak penting," tandasnya. (*)
Mbah Mijan Minta Maaf
Mbah Mijan ternyata sudah mendapatkan kabar tersebut.
Dalam akun Twitternya, Mbah Mijan meminta maaf secara terbuka kepada Bensu.
"Saya hari ini dapat kabar kalo bang Ruben tersinggung soal postingan saya di instagram. Saya meminta maaf jika memang menyinggung, saya akan menjelaskan apa maksud saya dibeberapa cuitan berikut. Saya tidak mengatakan hal buruk apapun dan saya mendoakan yang baik-baik," tulis Mbah Mijan.

Mbah Mijan juga menuliskan bahwa ia adalah orang yang to the point pada siapapun.
Ia juga merasa bahwa jika ia mengirimkan direct message, maka ada kemungkinan akan ditanggapi serius.


Mbah Mijan bahkan kembali memposting tweetnya pada 15 Maret 2018 lalu sebagai bukti bahwa ia pernah menuliskan pernyataan baik tentang Bensu.
Ia juga menyesalkan mengapa hal baik justru membuat tersinggung.


Wah..semoga tidak berkepanjangan ya masalahnya.
(*)