Eks Perawat National Hospital Cabut BAP Polisi,Dinilai Tak Langgar Kode Etik,Beneran Nggak Salah?
Kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh mantan perawat National Hospital, Surabaya berinisial ZA kembali
Terlepas dari proses hukum yang berjalan, timbul 3 pertanyaan di benak tim Surya.co.id.
1. Mengakui kesalahan dan meminta maaf
Dalam video yang beredar, terlihat ZA mengakui perbuatannya dan meminta maaf pada keluarga pasien.
Mengenai hal ini, Sekretaris DPW PPNI Jawa Timur Misutarno tidak bisa memberikan jawaban.
"Kalau soal video permohonan maaf itu, kami tidak bisa menilainya. Yang jelas sesuai proses yang sudah kami lakukan tidak ada pelanggaran dan jika diminta untuk memberikan keterangan di persidangan, akan kami siapkan," tegas Tarno.
2. Pelaku melarikan diri
Setelah video tersebut viral, ZA sempat melarikan diri ke Malang.
Setelah itu, dirinya kembali ke Surabaya dan menginap di salah satu hotel.
Polisi sebelumnya sempat mencari di kediaman ZA namun tidak bisa menemukan pelaku.
Akhirnya, dia pun diringkus petugas di hotel tersebut.
Jika memang dirinya tidak bersalah dan bekerja sesuai SOP, mengapa ZA malah melarikan diri?
3. Dipecat dari rumah sakit
Kepala Keperawatan National Hospital Surabaya, Jenny Firsariani mengatakan bahwa pihak rumah sakit sudah mengambil tindakan tegas pada ZA.
"Yaitu dengan memberhentikan secara tidak terhormat dan akan menyerahkan masalah ini menurut hukum yang berlaku, maupun disiplin tenaga kesehatan," katanya, Kamis (25/1/2018).
Kepastian itu disampaikan Jenny dalam konfrensi Pers di National Hospital.
Dari fakta yang ketiga ini muncul pertanyaan, jika memang ZA tidak melakukan pelecehan, mengapa pihak rumah sakit membuat keputusan untuk memecatnya? (Tribunstyle/ Irsan Yamananda)