Mahluk Buas Penunggu Danau Gegas Jadi Daya Tarik Tersendiri Bagi Wisatawan yang Berkunjung
Bahkan saat ini masyarakat setempat sudah diberdayakan untuk menjaga keamanan dan menjaga parkir disekitar danau Gegas.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Hartati
Laki-laki bermukis tipis itu pun bercerita ketika awal ditunjuk menjadi penjaga pintu air danau Gegas, ia pernah menerawang dan mengadakan ritual. Dalam ritualnya dirinya sempat bertemu langsung dengan penguasa danau Gegas.
"Saat itu yang datang seekor buaya besar. Kami sempat ngobrol-ngobrol dan saya minta izin tinggal di sini, dia berpesan masyarakat dan pengunjung boleh datang tapi jangan sekali-sekali menantang mereka," ungkapnya.
Juri juga menceritakan danau gegas itu pertama kali di rancang tahun 1979, namun pembangunan baru dimulai tahun 1980, dan selesai tahun 1987. Tujuan awalnya sebagai waduk untuk mengairi sawah-sawah penduduk.
Tapi karena tekanan air selalu kecil. Membuatnya tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal.
Bendungan Gegas juga sempat terbengkalai, kini setelah ada pembangunan perlahan-lahan mulai ramai lagi oleh pengunjung yang datang berwisata.
"Pesan saya kepada para pengunjung, jangan sombong dan takabur, jangan sekali-kali menantang mereka. Apabila mereka ditantang, mereka tak segan-segan ngasar (menampakkan diri) jadi buaya sungguhan dan benar-benar mengganggu," ungkapnya.