Suami Rencanakan Pembunuhan Istri
Sadis, Sudah Terkapar, Yanto Masih Tembak Lagi Kepala Sang Istri yang Hamil 9 Bulan
Yanto sampai tega menembak kepala Ernawati, meski telah terkapar akibat kena tembakan begal gadungan, untuk memastikan kalau istrinya itu sudah tewas.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Bisa jadi ini kasus pembunuhan paling sadis di Sumsel pada awal 2017. Hardiyanto alias Yanto (35) mengatur skenario pura-pura jadi korban begal untuk menghabisi nyawa istrinya, Ernawati (25), yang sedang hamil sembilan bulan.
Yanto sampai tega menembak kepala Ernawati, meski telah terkapar akibat kena tembakan begal gadungan, untuk memastikan kalau istrinya itu sudah tewas.
"Tersangka Hardiyanto ini melakukan penembakan terhadap korban yang tidak lain istrinya untuk memastikan korban sudah benar-benar meninggal atau belum."
"Sehingga, tersangka menembak korban Ernawati di bagian kepala sebanyak satu kali," kata Dir Reskrimum Polda
Baca Juga: Istri Hamil Sembilan Bulan Tewas Ditembus Peluru Ternyata Yanto yang Merencanakan Pembunuhannya
Sumsel Kombes Pol Prastejo didampingi Kasubdit III AKBP Hans Rahmatulloh di Mapolda Sumsel, Selasa (28/2).
Yanto ditangkap bersama rekannya, Ridho Ilahi (24), yang memerankan tokoh begal dalam skenario pembunuhan itu.
Terduga pelaku Dadang tewas ditembak polisi dan Yani masih buron. Yanto, Ridho, Dadang, dan Yani masih punya hubungan keluarga.
Kasus pembunuhan itu terjadi pada Sabtu (18/2) lalu sekira pukul 16.00 WIB, di jalan Stapak kebun Kelapa Sawit, Blok 28, Desa Lubuk Pandan, Kecamatan Muara Lakitan, Musirawas.
Bersama tiga orang kerabatnya, Yanto membuat skenario seolah-olah mereka menjadi korban perampokan.
Dia berboncengan dengan istrinya mengendarai sepeda motor menuju tempat bersalin di desa sebelah.
Ketika tiba di Jalan setapak kebun kelapa sawit Desa Lubuk Pandan, pasangan suami istri itu dihadang tiga orang yang mengenakan topeng.
Saat itu Yanto pura-pura berusaha melawan para pelaku. Dia bergulat dengan Yani.
"Mereka dalam perjalanan dari rumahnya menuju tempat untuk melahirkan."
"Di tengah perjalanan dicegat oleh tiga orang yang berpura-pura sebagai begal, kemudian di situ seolah-olah terjadi pergumulan, tetapi sasarannya adalah istri pelaku yang sedang hamil," kata Kombes Prastejo.
Melihat itu, Ernawati berusa menolong suaminya. Namun langkahnya terhenti setelah Dadang menembakkan pistol ke arah kepalanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/yanto-tembak-istrinya_20170301_170500.jpg)