Uang Rp 112 Juta Maryus Raib Dibawa Bandit Pecah Kaca
Dua bandit pecah kaca saat beraksi menggunakan sepeda motor jenis Yamaha MX hitam list merah tanpa plat.
Penulis: Edison |
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari
TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Aksi bandit pecah kaca lagi-lagi beraksi di tengah kota Prabumulih. Kali ini uang sebesar Rp 112 juta milik Maryus Korlan (50) warga Jalan Duaun II Desa Sugihan Kecamatan Rambang Kabupaten Muaraenim, raib dibawa kabur kawanan bandit pecah kaca, Jumat (24/2/2017) sekitar pukul 11.30.
Uang yang baru diambil korban di BCA Prabumulih itu raib dibawa kabur bandit ketika ditinggal di dalam mobil Toyota Avanza hitam dengan nopol BG 1225 SY milik korban. Dua bandit pecah kaca saat beraksi menggunakan sepeda motor jenis Yamaha MX hitam list merah tanpa plat.
Peristiwa menghebohkan masyarakat itu sendiri terjadi di Jalan Urip Sumorojo nomor 821 Kelurahan Pasar II Kecamatan Prabumulih Utara kota Prabumulih tepatnya di depan Kantor Pos tak jauh dari Telkom Prabumulih.
Saat itu uang ditinggal korban di dalam mobil dan masuk ke dalam kantor pos untuk membayar angsuran BPJS. Atas peristiwa itu Maryus kemudian melapor ke pihak kepolisian.
Informasi berhasil dihimpun, peristiwa bandit pecah kaca yang kerap terjadi di Prabumulih dan belum ada satupun terungkap itu menimpa Maryus Korlan. Kejadian bermula ketika korban usai mengambil uang di BCA Prabumulih di Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Prabumulih Timur dan menuju kantor pos Prabumulih di Jalan Urid Sumaharjo. Maryus ke kantor pos untuk membayar iuran BPJS.
Setelah tiba di kantor pos, Maryus kemudian memarkirkan mobil Avanza nopol BG 1225 SY miliknya di parkiran kantor pos dan kemudian masuk kantor. Saat itu uang Rp 112 juta milik korban disimpan di dalam tas dan diletakkan di bawah jok sopir.
Selang beberapa menit ketika tengah mengantri, Maryus diberitahu pegawai koprasi kantor pos yakni Rico bahwa kaca mobil kendaraan korban telah di pecahkan oleh satu diantara pelaku bandit pecah kaca.
Pelaku saat itu memecahkan kaca mobil dan mengambil tas korban yang berada di bawah jok sopir berisi uang Rp 112 juta dan langsung lari menuju temannya yang telah menunggu di atas motor Yamaha MX hitam list merah tanpa plat.
"Pelaku pecahkan kaca dan kabur menuju Jalan Jenderal Sudirman, lalu saya beritahu pemilik mobil di dalam kantor pos," ungkap Rico.
Sementara Maryus yang terlihat shock mengatakan, dirinya belum lama masuk kantor pos untuk membayar iuran BPJS dari BCA Prabumulih dan hendak pulang. "Saya belum lama masuk kantor pos, tiba-tiba ada yang beritahu ada pecah kaca mobil saya, pelaku sudah kabur," katanya dengan tatapan kosong.
Terus terjadinya tindak kejahatan bandit pecah kaca ini terus dikeluhkan dan menjadi perhatian masyarakat. Masyarakat meminta pihak kepolisian Polres Prabumulih lebih ketat melindungi nasabah-nasabah bank dan menyebar CCTV di tiap-tiap jalan.
"Selain itu di Prabumulih sudah banyak kejadian bandit pecah kaca, masa tidak ada satupun yang terungkap. Padahal kejadian sudah sering dan rutin tiap jumat, msetinya kepolisian memiliki langkah antisipasi," harap warga.
Terpisah, pihak kepolisian Polsek Prabumulih Barat ketika dikonfirmasi tidak memberikan jawaban alias tidak mengangkat telpon.