Kapal Zahro Express Terbakar

Separuh Penumpang Kapal Zahro Express Tidak Terdaftar Dalam Manifes Penumpang

Jumlah penumpang ini dua kali lipat dari daftar penumpang di manifes yang jumlahnya 100-an orang.

Editor: Hartati
Andri Donnal Putera/Kompas.com
Tim SAR mengangkut jenazah yang hangus terbakar dari kapal Zahro Express di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Minggu (1/1/2017) siang. 

Biasanya, yang pasti mendapat tiket adalah kepala rombongan atau seseorang yang dipercaya mengurus satu rombongan dalam kapal tersebut.

Cara seperti ini, disebut Ardita, lazim dilakukan oleh pengelola kapal-kapal di Kepulauan Seribu.

"Kalau mau tahu jumlah penumpang ya dari tiket lembaran yang terjual saja. Tapi data penumpang enggak ada. Itu juga belum termasuk anak kecil atau anak yang naik tapi enggak pakai tiket," ujar Ardita.

Sejumlah pihak mulai menyoroti adanya ketidakcocokan antara jumlah penumpang sebenarnya di kapal Zahro Express saat terbakar dengan jumlah penumpang yang terdaftar dalam manifes surat izin berlayar.

Surat izin berlayar kapal Zahro Express dikeluarkan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Muara Angke pada Minggu pagi, dengan izin perjalanan dari Pelabuhan Muara Angke menuju Pulau Tidung.

Dari informasi yang dihimpun, ada 200-an penumpang di dalam kapal tersebut.

Jumlah penumpang ini dua kali lipat dari daftar penumpang di manifes yang jumlahnya 100-an orang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta masih berupaya menghimpun data penumpang yang sebenarnya guna memberi kepastian kepada keluarga dan kerabat korban kapal terbakar.

 Penulis: Andri Donnal Putera/Kompas.com

Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved