Demo Tangkap Ahok
Menata Emosi Umat Usai Aksi Damai 4 November 2016
Ricuh kecil terjadi. Tiga buah mobil dikabarkan dilalap api. Publik menyadari ada kobaran api itu pertama kali dari salah satu stasiun televisi yang m
Sebuah minimarket di daerah Kampung Luar Batang dikabarkan dijarah oleh massa. Namun, belum diketahui apakah ada kaitannya dengan aksi demonstrasi yang sempat ricuh di kawasan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono melalui keterangan tertulis menyebut ada perusakan sebuah minimarket di Kampung Luar Batang, Jumat (4/11/2016).
Namun, kini situasi sudah mereda. Satuan kepolisian yang diturunkan sudah bisa mengendalikan aksi tersebut. Jumat siang hingga saat ini berlangsung aksi demonstrasi dari sejumlah ormas keagamaan.
Awi belum mengetahui siapa pelaku perusakan tersebut.
Aksi ini digelar mulai dari Masjid Istiqlal, Gambir, Balaikota, hingga Istana Negara. Massa memadati jalan raya. Mereka menuntut calon gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, itu diproses secara hukum karena dianggap menistakan agama.
7. Melapor ke Jokowi, Pramono Sebut 34 Proyek Mangkrak Era SBY Rugikan Negara Triliunan Rupiah
Dugaan kerugian negara ini muncul berdasarkan temuan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Hal tersebut dilaporkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung kepada Presiden Joko Widodo, Jumat (4/11/2016) pagi.
Proyek yang diduga merugikan keuangan negara itu adalah proyek pengadaan 7.000 megawatt yang didasari Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2006 dan Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2010.
"PLN ditugaskan sekitar 7.000 megawatt listrik, tetapi sampai hari ini proyek itu tidak terselesaikan," ujar Pramono Anung, seusai melaporkan hal itu kepada Presiden, di Kantor Presiden, Jumat.
BPKP, lanjut Pramono, juga menemukan penggunaan uang negara untuk pembayaran 34 proyek dari 7.000 megawatt itu, yakni sebesar Rp 4,94 triliun.