Musirawas Tetapkan Siaga 1 Banjir dan Tanah Longsor
Sedangkan daerah lainnya yaitu kecamatan Megang Sakti yaitu Sungai Senaro dan sungai Megang.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Kharisma Tri Saputra

TRIBUNSUMSEl.COM, MUSIRAWAS -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Rawas (Mura) mulai memberlakukan status siaga satu darurat bencana banjir dan Longsor mulai sepekan terakhir hingga beberapa bulan ke depan.
Kepada Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Mura Paisol melaui Sekretaris BNPB Darsan pada Tribunsumsel.com Senin (31/10) mengatakan, penetapan siaga satu banjir dan longsor di kabupaten Mura dikarenakan intensitas hujan dan potensi bencana di kabupaten Mura cukup tinggi.
"Kemarin kita dapat imbauan dari pemerintah Provinsi melalui bapak Bupati Mura untuk membuat Surat Keputusan (SK) siaga bencana banjir dan tanah longsor. Pengambilan keputusan itu tidak lepas dikarenakan beberapa wilayah sudah mengalami banjir dan tanah longsor," terangnya saat di jumpai di kantornya.
Darsan membeberkan, beberapa wilayah yang patut waspada siaga satu bencana banjir, diantaranya Kecamatan BTS Ulu Cecar, Kecamatan Muara Kelingi, dan Kecamatan Muara Lakitan.
Tiga kecamatan tersebut selalu menjadi langganan banjir Sungai Musi.

Tim Logistik BPBD Mura Menunjukkan Persiapan Perahu Karet Sebagai Upaya Antisipasi Banjir.
Sedangkan daerah lainnya yaitu kecamatan Megang Sakti yaitu Sungai Senaro dan sungai Megang.
Serta satu lagi daerah kecamatan STL Ulu Terawas karena ada Sungai Lakitan.
Selain banjir kata Darsan potensi longsor di kabupaten Mura juga menjadi ancaman serius mengingat jalur rawan longsor berada di Jalan Lintas Sumatra Tengah (Jalinsumteng).
Tepatnya di Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK) yang sepekan lalu terjadi dan menimbulkan kemacetan.
"Saat ini curah hujan tinggi sekali sehingga menyebabkan beberapa tempat sudah banjir. Namun kita juga mewaspadai longsor susulan di desa Rantau Serik Kecamatan TPK. karena tekstur tanah di sekitar perbukitan menuju kabupaten Empat Lawang itu sangat labil," ucap Darsan.
Selain itu BPBD juga mengkhawatirkan bencana angin puting beliung yang kerap terjadi secara tiba-tiba di kabupaten Mura.
Bahkan catatan BPBD beberapa desa yang pernah kena puting beliung seperti desa Bamasco, Desa Simpang Gegas, Desa temuan.
"Sekarang komplit, banjir iya, angin kencang iya. bahkan kemarin ada satu desa yang kena angin puting beliung namun tidak menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi," ungkapnya.
Kendati demikian, kata Darsan pihaknya sudah melakukan antisipasi dengan menyiapkan sepuluh personil Tim Reaksi Cepat (TRC) yang siaga 24 jam.
Dan juga menyiapkan Peralatan perahu karet dan PBK, serta mobil Rescue sebagai antisipasi banjir dadakan.
Sedangkan untuk puting beliung pihaknya juga sudah menyiapkan senso gergaji kayu, scop, cangkul dan kapak.
"Semuanya sudah siap, tapi kita tetap menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan selalu waspada karena bencana tidak dapat di prediksi kapan akan datang dan kapan akan terjadi," pungkasnya.