SARAPAN PAGI
Menpora dan Sanksi FIFA
Kita berharap jika nanti FIFA memberi sanksi membekukan PSSI, hanya berlangsung beberapa hari saja. Agar PSSI tidak mati.
Penulis: Hanafijal |
Hanya saja tak mudah Menpora menyatakan kompetisi dilanjutkan, karena para perangkat pertandingan seperti wasit, justru berada dalam kewenangan PSSI.
Sehingga jika PSSI dibekukan, maka itu juga akan berpengaruh pada legalitas hasil pertandingan.
Efeknya, para pemain, klub dan sponsor, kini sedang galau menanti takdirnya.
La Nyalla Mattaliti, Ketua PSSI terpilih di KLB Surabaya, melawan, dan berjanji akan menempuh jalur hukum terkait dengan keputusan Menpora yang membekukan PSSI.
La Nyalla menyebut Menpora tidak berhak mencampuri PSSI.
Dia meminta kompetisi QNB League tetap berlanjut pada 25 April mendatang.
La Nyata menyebut Menpora tidak punya hak untuk turut campur dengan urusan PSSI, sebab PSSI itu berada di bawah naungan FIFA.
PSSI terancam mendapat sanksi FIFA.
Tak enaknya, terpilihnya La Nyala pada KLB Surabaya juga mendapat sorotan.
Pria yang menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jatim itu saat ini sedang tersandung masalah hukum dan menyandang status sebagai tersangka.
Sementara Menpora tak menghiraukan pernyataaan petinggi PSSI yang selalu berlindung dibawah FIFA dan ancaman Sanksi pembekuan PSSI.
Apalagi Menpora sudah duluan membekukan PSSI dari seluruh aktivitasnya.
Imam Nahrawi yakin FIFA tak akan memberi sanksi, karena keputusannya membekukan PSSI juga mengacu pada statuta FIFA untuk memberbaiki kinerja PSSI.
Berdasarkan beberapa literatur, FIFA pernah memberi sanksi 18 negara, sebagian besar karena intervensi pemerintah terhadap organisasi sepakbolanya.
Hanya saja, lamanya sanksi dari FIFA bervariasi, ada yang tiga hari hingga dua tahun, tergantung berat ringannya masalah tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/kantor-baru-pssi_20150418_150615.jpg)