SARAPAN PAGI
Menpora dan Sanksi FIFA
Kita berharap jika nanti FIFA memberi sanksi membekukan PSSI, hanya berlangsung beberapa hari saja. Agar PSSI tidak mati.
Penulis: Hanafijal |
SECARA mengejutkan dan berani, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi membekukan organisasi Persatuan Sepak bola Indonesia (PSSI) dalam jangka waktu yang belum ditentukan.
Tujuan pemerintah membekukan PSSI untuk membenahi karut-marut kompetisi sepak bola Indonesia.
Padahal, pada saat bersamaan, PSSI sedang melakukan Kongres Luar Biasa (KLB) di Surabaya untuk memilih ketua umum yang baru beserta 12 anggota Komite Eksekutif (Executive Committee) Periode 2015-2019, Sabtu (18/4).
Berdasarkan surat Keputusan nomor 01307 tahun 2015 yang ditandatangani langsung oleh Menpora Imam Nahrawi per tanggal 17 April, ada beberapa poin yang menyangkut dengan pembekuan di antaranya, pemerintah tidak mengakui seluruh kegiatan yang dilakukan oleh PSSI.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah baik tingkat pusat maupun daerah termasuk kepolisian tidak dapat lagi memberikan pelayanan dan fasilitasi kepada kepengurusan PSSI dan seluruh kegiatan keolahragaan.
Keputusan itu diambil setelah tiga surat teguran tertulis Kemenpora tidak ditanggapi oleh PSSI.
Maka keluarlah SK tertanggal 17 April tersebut.
Dalam surat itu dijelaskan, sampai tenggat waktu yang telah ditetapkan dalam surat teguran tertulis I, II, dan III, PSSI nyata-nyata secara sah dan meyakinkan telah terbukti mengabaikan serta tidak mematuhi kebijakan pemerintah.
Salah satu isi surat itu adalah memerintahkan Arema Indonesia dan Persebaya Surabaya untuk memenuhi permintaan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI).
Arema dan Persebaya dinilai bermasalah dualisme kepemilikan, sehingga tidak mendapatkan rekomendasi untuk ikut serta dalam Indonesia Super League (ISL) 2015 yang diikuti 18 klub.
Namun, atas persetujuan PSSI, kedua klub tersebut tetap bermain dalam pembukaan ISL awal bulan ini.
Sekitar 5.000 Bonek 1927 menggelar aksi menolak KLB di depan JW Marriot Hotel, sabtu lalau, dan mendukung penuh keputusan Menpora membekukan PSSI.
Justru suporter Persib, Boboth dan Viking, mengecam langkah Menpora dan berjanji akan melakukan aksi dan mendukung PSSI.
Setelah membekukan PSSI, Pemerintah kemudian akan membentuk tim transisi yang mengambil alih hak dan kewenangan PSSI sampai terbentuknya kepengurusan PSSI yang kompeten sesuai dengan mekanisme organisasi dan statuta FIFA.
Menpora meminta kompetisi ISL yang saat ini berubah menjadi QNB League tetap dilanjutkan dengan pengawasan dari pihak KONI dan KOI.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/kantor-baru-pssi_20150418_150615.jpg)