Oknum Petugas Akali APAR
Oknum Petugas Langsung Jemput Bola Datangi Ruko
Untuk mencari korban yang akan dikelabuinya, biasanya petugas PPK akan mendatangi tiap-tiap ruko atau kantor yang memiliki APAR .
Karyawan kantor atau pengelola tempat usaha terkadang bingung tehadap banyaknya petugas yang datang. Terkesan tanpa koordinasi, sebab setelah membayar retribusi masih ditagih ulang. Semua petugas itu membawa surat tugas yang mengaku datang dari perwakilan Kantor Merdeka dan Ranting Kecamatan.
Nurwan, Karyawan Toko Pempek Beringin di Jalan Radial mengakui, pada akhir tahun banyak didatangi petugas PPK untuk memeriksa tabung APAR dan menagih biaya retribusi.
Besaran retribusi itu ditentukan ukuran gedung dan jumlah tabung yang diperlukan. Untuk tiga tabung APAR yang dimiliki, toko itu membayar retribusi sebesar Rp 310 ribu per tahun.
Ia tak mempermasalahkan dan tidak tahu tentang permainan nakal oknum PPK yang melakukan daur ulang isi APAR. Tabung yang diisi ulang itu dipinjam, kemudian dikembalikan lagi beberapa hari kemudian.
Toko yang mengalami musibah kebakaran pada akhir tahun lalu ini tak pernah berharap musibah serupa muncul kembali. Makanya, pengisian ulang tabung lebih dikarenakan untuk mengambil fungsinya disaat mendesak.
Pengelola toko ini tidak mau disalahkan karena semua prosedur telah dipenuhi meski tidak mengetahui adanya permaianan itu.
“Pas insiden kemarin (kebakaran-red) karena kepanikan. Memang hanya dua tabung bisa digunakan, sedangkan satu tabungnya tak bisa digunakan karena expired. Saya juga tidak tahu kenapa bisa seperti itu,” ungkap Nurwan.
Sejak saat itu, Toko Pempek Beringin tak lagi mengisi ulang tabung APAR ke petugas PPK. Melalui kenalannya, Nurwan mendapat rekomendasi mengisi ulang tabung APAR ke satu agen.
“Takutnya ada permainan yang sudah-sudah. Ada dengar juga selentingan seperti itu. Karena tidak pernah dipakai, jadi tidak tahu,” ucapnya.