Developer Salah Bangun Perumahan, Sudah Lunas Warga Griya Alam Sejahtera Palembang Terancam Diusir

Warga perumahan Griya Alam Sejahtera kelurahan Talang Jambe, RT32 Rw 3, kecamatan Sukarame Palembang sedang merasa resah.

Developer Salah Bangun Perumahan, Sudah Lunas Warga Griya Alam Sejahtera Palembang Terancam Diusir
SHINTA/TRIBUNSUMSEL.COM
Perumahan Griya Alam Sejahtera kelurahan Talang Jambe, RT32 Rw 3, kecamatan Sukarame Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG - Warga perumahan Griya Alam Sejahtera kelurahan Talang Jambe, RT32 Rw 3, kecamatan Sukarame Palembang sedang merasa resah.

Pasalnya rumah yang mereka beli dengan cara KPR sejak beberapa tahun lalu, terancam akan digusur oleh developer CV Bunga Mas Kikim sebagai pihak developer yang baru.

Mawan, salah seorang warga perumahan Griya Alam Sejahtera mengatakan, permasalahan di perumahan tersebut bermula saat CV Bunga Mas Kikim mengklaim bahwa perumahan Griya Alam Sejahtera dibangun di atas tanah mereka berdasarkan berita acara pengukuran ulang sertifikat hak milik (SHM).

Sementara warga membeli rumah di perumahan tersebut melalui CV Nabila.

"Jadi intinya CV Bunga Mas Kikim mengklaim, developer yang lama salah bangun perumahan. Karena tanah tersebut adalah milik mereka," ujarnya pada Tribunsumsel.com, Kamis (14/3/2019).

BERITA PALEMBANG, Warga Gandus Tagih Janji Wakil Walikota Perbaiki Jalan Lettu Karim Kadir

Berita Palembang: Vaksin di Rumah Sakit (RS) Hewan Sumsel Gratis, Hari Ini Diresmikan

Puncaknya, Senin (11/3/2019) kemarin, pihak developer CV Bunga Mas Kikim melayangkan surat pengosongan rumah dalam 7 hari kedepan.

"Akan tinggal dimana kami selanjutnya kalau kami benar-benar diusir," kata dia.

Tak hanya itu, permasalahan lain yang menjadi persoalan adalah sampai saat ini belum pernah ada warga yang menerima sertifikat hak milik tanah dan bangunan atas tanah dan rumah yang menjadi haknya.

Padahal ada sejumlah nasabah yang telah melunasi KPR rumahnya bahkan sejak enam tahun lalu.

"Ada 8 rumah yang sudah lunas cicilannya. Selain itu masih ada 20 rumah lagi yang akan segera lunas dan saat ini sedang harap-harap cemas tentang bagaimana kelanjutan dari penyelesaian permasalahan ini,"ungkapnya.

Dikatakan Mawan, warga pun sudah berulang-ulang kali mendatangi BTN guna menanyakan sertifikat hak milik tersebut. Namun, tidak pernah mendapatkan jawaban yang pasti.

Halaman
12
Penulis: Shinta Dwi Anggraini
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved