Berita Lubuklinggau
Harga Beras Rp 9.000, Bulog Lubuklinggau Kesulitan Serap Beras Petani
Serapan beras dari petani oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) Lubuklinggau baru mencapai 5 Ton sampai pertengahan bulan Maret
Penulis: Eko Hepronis |
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Serapan beras dari petani oleh Badan Urusan Logistik (Bulog) Lubuklinggau baru mencapai 5 Ton sampai pertengahan bulan Maret.
Jumlah ini masih jauh dari target yang ditetapkan oleh Bulog Lubuklinggau selama tahun 2019 sebesar 2.500 ton.
Kepala Perum Bulog Kansilog Lubuklinggau, Meizarani mengatakan, harga beras di tiga wilayah saat ini masih dikisaran Rp 9.000 Per kilogram.
"Harga itu jauh di atas pembelian yang ditetapkan oleh Bulog sesuai fleksibilitas yaitu Rp 8.400 perkilogram," ungkapnya pada wartawan, Selasa (13/3/2019).
• Walikota Alpian Maskoni Janjikan Bonus untuk Pemenang STQ Pagaralam 2019
• Industri Kecil Menengah (IKM) Sumsel Serap 216.824 Tenaga Kerja
Alasan lain para petani enggan menjual beras ke Bulog karena menjual ke tengkulak lebih menguntungkan.
"Ketika harga beras dipasaran tinggi. Dan petani menjual beras ke pasar bukan ke Bulog. Artinya masyarakat diuntungkan dan lebih sejahtera,"ungkapnya.
Dalam memberi beras dari petani, Bulog juga mempunyai ketentuan dan kriteria dalam membeli beras dari petani yakni kadar air maksimal 14 persen, butir patah 20 persen.
"Butir menir 2 persen, drajat sosok 95 persen dengan kualitas medium,"ucapnya.