Berita Muara Enim

Harga Durian Tahun Ini Terendah Selama 3 tahun Terakhir, Petani Tanjung Agung Muaraenim Mengeluh

Sebagian petani durian di Kecamatan Tanjung Agung, Muaraenim mengeluhkan anjloknya harga durian yang turun hingga 50 persen

Harga Durian Tahun Ini Terendah Selama 3 tahun Terakhir, Petani Tanjung Agung Muaraenim Mengeluh
Tribun Sumsel/ Ika Anggraeni
Tampak petani durian di Kecamatan Tanjung Agung sedang mengolah durian menjadi tempoyak, Jumat (11/1/2019) 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Ika Anggraeni

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARAENIM-Sebagian petani durian di Kecamatan Tanjung Agung, Muaraenim mengeluhkan anjloknya harga durian yang turun hingga 50 persen dibanding tahun lalu.

Edi (30 tahun), petani durian di Kecamatan Tanjung Agung mengatakan, harga durian saat ini yang dijual kepengepul hanya sekitar Rp 3.500- Rp 4.000 per buah.

"Kalau biasanya di tahun-tahun sebelumnya kami menjual durian Rp 7.000 per buah, tahun ini harga durian benar-benar anjlok," katanya.

Ia juga mengatakan hal ini terjadi karena disebabkan banjirnya buah durian di Jakarta.

Resep Cara Mudah Membuat Sate Ikan Kukus Masakan Khas Palembang, Dijamin Lezat

Makan Durian Sepuasnya di Griya Agung Palembang, Pengunjung Antusias

"Dalam tiga tahun terakhir ini, tahun ini adalah tahun di mana harga jual durian yang paling murah, hal ini karena semua pohon durian yang ada rata-rata berbuah lebat," katanya.

Hal senada di katakan Kepala Desa Tanjung Baru kecamatan Tanjung Agung, Umi Kalsum, sebagai pemerintah desa pihaknya tentu ikut prihatin dengan kondisi anjloknya harga durian.

"Tahun ini, buah durian berbuah lebat, dalam setahun, petani panen durian Sebanyak dua kali, sementara tahun sebelumnya banyak yang tidak berbuah jadi buah sedikit dan harga jualpun bisa mahal,"

"Kalau tahun ini pengepul durian di Jakarta kebanjiran durian, durian yang dibawah dari Tanjung Agung, tidak tertampung-tampung lagi," katanya.

Kakanwil Kemenkumham Ungkap Ada Percobaan Intervensi saat Penangkapan 20 WNA di Palembang

Sedang Meninjau Usaha, Presiden Jokowi Tertangkap Kamera Lagi Jajan Cilok di Salah Satu Lapak

Ia juga mengatakan karena anjloknya harga durian ini membuat sebagian petani memutuskan untuk tidak menjual buah durian.

Petani lebih memilih untuk mengolah buah durian menjadi tempoyak, dan lempok.

"Tapi yang membuat lempok tidak terlalu banyak, karena untuk membuat lempok itu membutuhkan banyak bahan seperti Gula Merah, santan dan yang lainnya,"

"Sebagian besar petani lebih memilih untuk mengolah durian menjadi tempoyak selain modalnya hanya buah durian dan garam saja, tempoyak juga bisa disimpan dalam jangka waktu yang lama, dan mau dijual kapanpun juga bisa," pungkasnya.

Penulis: Ika Anggraeni
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved