Berita Ogan Ilir

Tarif Tol Palindra Dianggap Kemahalan, DPRD OI Desak Bupati OI Usulkan Penurunan Tarif

Menurut Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang mengusulkan penurunan tarif tol Palindra itu merupakan kepala daerah

Tarif Tol Palindra Dianggap Kemahalan, DPRD OI Desak Bupati OI Usulkan Penurunan Tarif
Sripoku.com/Beri Supriyadi
Tol Palembang-Indralaya. DPRD OI mendesak Bupati Ogan Ilir mengusulkan penurunan tarif tol yang dianggap sebagian masyarakat kemahalan 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA--Kenaikan tarif tol Palembang-Indralaya (Palindra) tidak hanya dikeluhkan oleh sebagian besar warga masyarakat yang menggunakan jasa jalan tol sepanjang 22 kilometer tersebut.

Kenaikan tarif tol juga dikeluhkan oleh wakil rakyat dalam hal ini Komisi III DPRD Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten OI Armin Aryadi didampingi Azmi A Hadi mengatakan, beberapa waktu lalu telah mengusulkan kepada Kementerian PUPR Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang bertanggung jawab merekomendasikan tarif awal dan penyesuaian tarif tol.

"Hasilnya, menurut Kementerian, mereka mengatakan yang mengusulkan penurunan tarif tol itu merupakan kepala daerah dalam hal ini Bupati," ujarnya.

Baca: Piala Asia U-19 : Andai Lolos, Timnas Indonesia Sudah Ditunggu Jepang di Perempat Final

Baca: Berperan Sebagai Seorang Gangster, Ini 5 Potret Garang Hanah Al Rashid

Maka dari itu, dijelaskan Armin pihaknya akan mendesak Bupati untuk mengusulkan agar segera memberikan usulan kepada pihak BPJT terkait penurunan tarif tol.

Seperti diketahui, pada pertengahan September lalu, pemerintah mulai mengesahkan pemberlakukan tarif baru tol Palindra semula Rp 6 ribu untuk satu kali masuk per kendaraan.

Kini setelah ada penyesuaian menjadi Rp 20 ribu, khususnya untuk kendaraan roda empat pribadi, belum lagi untuk kendaraan-kendaraan bertonase tarif tol disesuaikan.

Tentu saja, akibat pemberlakulan tarif tol tersebut dikeluhkan oleh masyarakat pengguna jalan tol.

Baca: Puluhan Pelajar SD dan SMP Rasakan Nikmatnya Duduk di Kursi Empuk DPRD OKU, Ini Celetuk Mereka

Baca: Pemkot Pagaralam Keluarkan Surat Edaran Setop Perpanjangan Kontrak dan Perekrutan TKS, Ini Alasannya

"Kalau Rp 10 ribu saja untuk sekali masuk, masih terjangkau. Sekarang Rp 20 ribu. Jadi kalau bolak-balik sudah Rp 40 ribu."

"Tentu masyarakat pengguna jalan tol merasa keberatan, mereka lebih memilih melintas di jalan umum," terangnya.

Menurut Armin, BPJT menjelaskan bahwa kenaikan tarif tol Palindra tersebut lantaran pembangunan menggunakan biaya yang sangat besar.

Sebab jalan tol sepanjang 22 kilometer tadinya merupakan struktur tanah lebak yang dilakukan penimbunan. (SP/ Beri Supriyadi)

Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved