Vaksin MR

7 Siswanya Positif Rubella, tapi Sekolah di Lubuklinggau Ini Tolak Vaksin Measles Rubella (MR)

Kabid P2P Dinkes Kota Lubuklinggau mengatakan, tujuh orang yang dinyatakan positif menderita Rubella berasal dari satu sekolah

7 Siswanya Positif Rubella, tapi Sekolah di Lubuklinggau Ini Tolak Vaksin Measles Rubella (MR)
Tribun Sumsel/ Weni Wahyuny
Foto Ilustrasi : Sharing Session Bersama Komunitas Perangi Rubella Workshop Jurnalis dan Media Kompetisi 'Kampanye Imunisasi Campak Rubella' di Meeting Room Amaris Hotel Palemban, Selasa (28/8/2018). 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Sepanjang pelaksanaan kampanye dan imunisasi Measles dan Rubella (MR) di Kota Lubuklinggau, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat menemukan tujuh kasus penderita rubella.

Kabid P2P Dinkes Kota Lubuklinggau, dr Jeanita Sri A Purba mengatakan, tujuh orang yang dinyatakan positif menderita Rubella tersebut berasal dari satu sekolah di Kota Lubuklinggau.

Jeanita menuturkan awalnya ada satu sekolah yang menolak vaksinasi MR, ternyata dari sekolah tersebut ada 10 anak yang menderita penyakit campak.

Baca: VIDEO : Kerap Alami Penolakan, Dinas Kesehatan Kesulitan Kampanye Vaksin Measles Rubella (MR)

Baca: HUT 73 TNI, Polres Muaraenim Berikan Surprise Setiap Datangi Kodim, Bataliyon, Rindam dan Koramil

Baca: Jadwal dan Live Streaming UFC McGregor vs Khabib, Minggu (7/10), Ini Fakta-fakta Tentang Keduanya

"Kemudian dari Dinkes ada sebuah Protap jika ada orang terkena campak, maka kami akan lakukan kroscek dan memetakan bersama Puskesmas wilayah itu," kata Jeanita pada Tribunsumsel.com, Kamis (04/10).

Hasil kroscek 10 orang anak yang akan diperiksa darahnya tersebut, ternyata yang bersedia hanya tujuh orang, sementara tiga orang lainnya tidak bersedia.

"Dari tujuh orang yang diambil darahnya, ternyata mereka bukan mengalami campak tapi terkena rubella," terang Jeanita.

Ia menyampaikan, penyakit rubella sangat berbahaya. Satu orang penderita rubella bisa menularkan ke 12-18 orang lainnya,
sementara satu penderita Campak akan menularkan ke 4-6 orang lainnya.

Baca: Jual Beli Handphone Bekas (Seken) Palembang, Samsung, Oppo, Xiaomi, Cek di Sini

Baca: 2 Bocah Pamit Mandi di Sungai Komering, Satu Anak Hilang, Satu Lagi Ditemukan Hanyut 3 Jam Kemudian

Baca: Jual Beli Mobil Bekas Murah di Palembang (Sumsel) Oktober 2018, Cek di Sini, Ada yang Rp 20 Jutaan

"Jadi mana yang lebih bahaya dan mana yang perlu diantisipasi, maka jawabannya adalah rubella. Campak sudah terlihat dua sampai tiga hari sedangkan rubella tujuh hari baru keluar bintik merah, sebelum keluar bintik merah sudah menular. Setelah keluar, akan menular lagi selama delapan hari," ujarnya.

Jeanita pun menyayangkan adanya sejumlah sekolah yang menolak vaksinasi MR di Kota Lubuklinggau, bahkan mengeluarkan cara mengantisipasi bukannya tanpa tujuan, tapi tujuannya jelas.

"Itulah pemerintah telah mengeluarkan antisipasi, eh ternyata malah ditolak. Namun apa, ternyata sekolah yang menolak ada penderita rubella, silahkan hitung 1X 12-18 orang terkena, bayangkan apa yang terjadi, itu terjadi seumur hidup," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Eko Hepronis
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved