Berita OKI

Sumur Elsuandi Keluarkan Gas, Camat SP Padang Larang Warga Merokok dan Bakar Sampah Dekat Sumur ,

Informasi yang dihimpun, Kamis (27/9/2018) menyebutkan, bahwa Elsuandi akan membuat sumur bor untuk mengantisipasi kemarau panjang

Sumur Elsuandi Keluarkan Gas, Camat SP Padang Larang Warga Merokok dan Bakar Sampah Dekat Sumur ,
Sripo/ Mat Bodok
Warga mencoba menyalakan lilin di semburan sumur bor yang mengeluarkan gas yang disaksikan oleh Camat SP Padang, Herliansyah SSTP MSi bersama warga lainnya. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG-Sumur bor sedalam 60 meter milik Elsuandi warga Dusun VI Desa Awal Terusan Kecamatan SP Padang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), mengeluarkan gas.

Informasi yang dihimpun, Kamis (27/9/2018) menyebutkan, bahwa Elsuandi akan membuat sumur bor untuk mengantisipasi kemarau panjang.

Saat dibuat sumur bor sedalam 60 meter tiba-tiba mengeluarkan air tercium aroma gas yang menyengat.

Diketahui ada semburan gas tersebut, ketika Elsuandi menghidupkan korek api untuk merokok.

Baca: Bawaslu Pantau Sandiaga, Sikapi Laporan Kampanye di Kampus

Baca: Syarat Mencoblos Saat Pileg dan Pilpres Harus Punya e-KTP, Surat Keterangan (Suket) Tak Laku

"Saya mencium bau gas, api itu tampak jelas ketika dinyalakan pada malam hari," kata Elsuandi.

Temuan gas ini kemudian dilaporkan ke Kecamatan SP Padang, sebelum gas ini membahayakan.

Camat SP Padang, Herliansyah SSTP MSi membenarkan, adanya pengeboran sumur di wilayahnya yang kini mengeluarkan gas menyengat.

Sehingga dilokasi itu, pihak warga diminta untuk tidak menyalahkan api disekitar sumur bor.

Sementara ini, pihaknya masih meminta kepada warga agar untuk tetap menjaga lingkungan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca: Tak Punya Anggaran, Disdukcapil Prabumulih Pinjam Tinta E-KTP dari Kabupaten Tetangga

Baca: Pemerintah Indonesia Resmi Miliki Saham 51 Persen di Freeport

Maka itu, dengan adanya semburan gas melalui sumor bor agar warga untuk tidak membakar sembarangan.

"Untuk sumur bor yang mengeluarkan gas ini, secara lisan sudah dilaporkan kepihak Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas PU Perumahan Rakyat," ujar Camat SP Padang.

Terpisah, Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten OKI, H Husin SPd MM menambahkan, munculnya kandungan gas pada air hasil sumur bor yang dibuat oleh warga Desa Awal Terusan tersebut merupakan salah satu gejala alam.

"Kejadian yang sama juga pernah terjadi di Kecamatan Pedamaran. Ini merupakan salah satu gejala alam. Dari beberapa fenomena yang terjadi biasanya tidak bertahan lama dan tidak permanen sampai bertahun-tahun," jelas Sekda pada wartawan.

Baca: Jauhari Korban Luka Bakar Ledakan di Pipa PGN Lihat Api Melingkar Muncul dari Dalam Tanah

Baca: Video Live Streaming MNC TV - Timnas Indonesia U-16 vs India, Laga Terakhir Grup C, Pukul 19.45 WIB

Husin juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati jangan sampai menimbulkan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Dan jangan menyalahkan api disekitar pembuatan sumur bor.

"Diminta pihak kecamatan dan desa cepat melakukan langkah-langkah pemasang garis pengamanan, kalau sudah dipasang pembatas, masyarakat masih melakukan pengeboran, berarti kita selaku aparatur Kecamatan tidak salah lagi karena sudah di peringati bahwa itu tidak boleh dilintasi apa lagi melakukan pengeboran," tandasnya. (SP/ Mat bodok)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved