Berita Lubuklinggau

Berstatus Kotamadya, Tapi Dua Kelurahan di Lubuklinggau Susah Sinyal

Pesatnya kemajuan Kota Lubuklinggau ditambah kecanggihan teknologi komunikasi terus berkembang pesat

Berstatus Kotamadya, Tapi Dua Kelurahan di Lubuklinggau Susah Sinyal
Google
Ilustrasi mencari sinyal handphone. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Pesatnya kemajuan Kota Lubuklinggau ditambah kecanggihan teknologi komunikasi terus berkembang pesat.

Baca: Sosok Ini Paling Ditakuti di Keluarga Anang Hermansyah, Ashanty: Lebih Takut Sama Dia Daripada Aku

Bahkan sudah akan dikembangkan ke tingkat 5G, ternyata belum berbanding lurus dengan keadaan wilayah pinggirannya.

Baca: Capres Prabowo : Padahal 5 Tahun lalu Rp 9 Ribuan, kan Kita Berarti Tambah Miskin

Berdasarkan data dari Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) setempat menyebutkan, masih ada dua wilayah mengalami blank spot sinyal yakni di wilayah Jukung Kelurahan Air Kati dan Taba Baru, Kecamatan Lubuklinggau Utara I.

Baca: Direkam Diam-Diam, Hilda Vitria Kepergok Marahin Billy Syahputra di RS, Sampai Ancam Begini

Kadiskominfo Kota Lubuklinggau Erwin Armaidi menyebutkan jika dua kelurahan yang blank spot sinyal tersebut secara geografis berada dipinggiran kota sehingga jauh dari jangkauan tower terdekat.

"Disana bukannya tidak ada sinyal sama sekali, tapi sifatnya timbul tenggelam, kadang ada, kadang hilang," ungkapnya saat dibincangi Tribunsumsel.com, Minggu (16/9/2018).

Ia mengungkapkan, jika pihaknya sudah mengajukan permintaan kepada beberapa provider untuk membangun tower di dua tempat tersebut, hanya saja sampai sejauh ini belum ada respon dari pihak provider.

"Alasan mereka pembangunan tower selalu berkenaan dengan bisnis dan harus melihat jumlah penduduk. Itulah sebabnya sampai sejauh ini belum dilakukan pembangunan tower," tuturnya.

Bahkan Kominfo pernah mengajukan kepada Kemenkominfo untuk meminta bantuan penguat sinyal, namun terganjal karena status wilayah yang diajukan adalah kelurahan, karena yang diprioritaskan dapat bantuan wilayah daerah tertinggal.

"Seharusnya jika belum ada provider, minimal disana di bangun penguat sinyal, tapi kita juga terganjal masalah anggaran, sehingga belum bisa direalisakan dalam waktu dekat," ucapnya.

Erwin menyebutkan sejauh ini di Kota Lubuklinggau sudah ada 60 tower berbabagai provider yang tersebar di delapan kecamatan. Yang terbaru diwilayah Kecamatan Lubuklinggau Timur I dan Timur II.

"Tapi meskipun cukup banyak retribusi dari 60 tower itu belum maksimal. Karena Peraturan Walikota (Perwal) mengenai retribusi baru tahun ini dilakukan sosialasi," tuturnya.

Kendati demikian pihaknya tetap meminta supaya masing-masing provider wajib memberikan sumbangsih retribusi terhadap daerah dan terhadap negara.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help