Pilpres 2019

Capres Prabowo : Padahal 5 Tahun lalu Rp 9 Ribuan, kan Kita Berarti Tambah Miskin

Prabowo meyakini koalisi partai Gerindra, Partai Amanat Nasional ( PAN), Partai Keadilan Sejahtera ( PKS), dan Partai Demokrat bisa membawa perubahan

Capres Prabowo : Padahal 5 Tahun lalu Rp 9 Ribuan, kan Kita Berarti Tambah Miskin
Media Center Partai Gerindra
Prabowo Kunjungi Kediaman Sinta Wahid Istri Mendiang Gus Dur 

TRIBUNSUMSEL.COM - Bakal calon presiden Prabowo Subianto meyakini koalisi partai Gerindra, Partai Amanat Nasional ( PAN), Partai Keadilan Sejahtera ( PKS), dan Partai Demokrat bisa membawa perubahan dan perbaikan terhadap nasib Indonesia di Pemilu 2019.

Baca: Direkam Diam-Diam, Hilda Vitria Kepergok Marahin Billy Syahputra di RS, Sampai Ancam Begini

"Jadi kita butuh perubahan, perbaikan, dan dalam kondisi sekarang PAN, PKS, Demokrat dan Gerindra, kita yang bisa membawa perubahan dan perbaikan di republik ini," kata Prabowo dalam sambutannya di pembekalan calon legislatif PAN di Grand Paragon, Jakarta, Minggu (16/9/2018).

Baca: Lihat Posisi Duduk Raffi Ahmad dan Ayu Ting Ting di Pesawat Menuju Palembang

Menurut mantan Danjen Kopassus ini, Indonesia berpotensi semakin miskin dan ke-empat partai koalisi bisa membenahi persoalan tersebut.

Baca: Ustadz Abdul Somad Beber Alasan Membatalkan Ceramah: Kita Ngaji Bukan Mau Perang

Prabowo menyinggung soal kekayaan negara yang tak terdistribusi merata ke masyarakat, melemahnya rupiah, hingga kondisi perbankan yang tidak aman.

"Walaupun banyak pemimpin bicara tidak ada masalah kalau rupiah Rp 15 ribu.

Baca: Temani Billy Syahputra di Rumah Sakit, Hilda Vitria Marah-marah Hingga Keluarkan Kata ini

Padahal 5 tahun lalu Rp 9 ribuan. Kan kita berarti tambah miskin.

Kalau misalnya punya uang Rp 9 ribu sekarang mau beli barang dengan uang yang sama tidak bisa," ujar dia.

Situasi itu, kata Prabowo, yang membuat masyarakat Indonesia semakin khawatir karena kondisi yang memburuk.

Menurut dia, sudah ada data-data statistik yang menunjukkan kondisi Indonesia mengkhawatirkan.

"Dan semua data itu menunjukkan kondisi kita tidak dalam kondisk baik," paparnya.

Halaman
12
Editor: Siemen Martin
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help