Berita OKU Selatan

Bahaya, Jalan Menuju Tempat Wisata Danau Ranau OKU Selatan Ambles, Tanpa Papan Informasi Peringatan

Jalan di jalur penghubung Kota Muaradua-Ranau, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, ambles dengan kedalaman puluhan meter

Bahaya, Jalan Menuju Tempat Wisata Danau Ranau OKU Selatan Ambles, Tanpa Papan Informasi Peringatan
Sripo/ Alan
alan di jalur penghubung Kota Muaradua-Ranau, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, ambles sedalam puluhan meter, sejak sekitar 5 bulan terakhir. Senin (10/9/2018) 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA-Jalan di jalur penghubung Kota Muaradua-Ranau, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, ambles dengan kedalaman puluhan meter, sejak sekitar 5 bulan terakhir. Senin (10/9/2018)

Akses utama perlintasan pengendara yang juga merupakan jalan Provinsi tersebut telah ambles. Ruas jalan juga menyempit akibat ambles ini.

Selain merupakan jalan menuju Wisata Danau Ranau, akses jalan di Kelurahan Simpang Sender Kecamatan Buay Pematang Ribu ranau Tengah (BPRRT) tersebut juga merupakan akses Sumsel menuju Provinsi Lampung.

Baca: Dikabarkan Menikah dengan Ahok, Sifat Asli Bripda Puput Nastiti Devi di Hadapan Tetangga Terbongkar

Baca: Kuota CPNS Sumsel 4.283, Formasi Pemprov Sumsel 565, Ini Penjelasan BKD Waktu Pelaksanaan

Pantauan Senin (10/9/2018) sore, belum terlihat plang pembatas ataupun papan peringatan yang dipasang intansi terkait sehingga kondisi jalan sangat membahayakan pengguna jalan.

Seroang Warga Simpang Sender, Akmaliani mengatakan kondisi amblesnya badan jalan mengakibatkan lokasi itu rawan kecelakaan kendaraan.

"Akibat ambles ini terakhir kecelakaan terjadi pada kendaraan sepeda motor sebelumnya juga terjadi kecelakaan mobil truk disini ,"ujarnya Akmaliani.

Baca: Usai Pelantikan Walikota di Palembang, Ridho Yahya Siapkan Acara Hidangan di Pendopoan Prabumulih

Baca: Usai Kader Demokrat Berbelot, Kini Gubernur Sekaligus Kader PKS Dukung Jokowi

Menurutnya, sempat ada perbaikan di lokasi amblesnya jalan sekitar dua tahun lalu.

Perbaikan berupa pemasangan bronjong. Namun kembali ambles ke dasar jurang sebelah kanan badan jalan.

"Sudah pernah diperbaiki, namun hanya selama satu tahun lebih sudah kembali ambles,"pungkasnya.

Seorang pengendara Wahid menyayangkan kurangnya perhatian instansi terkait dengan kondisi tersebut, menurutnya sebelum perbaikan diperlukan adanya plang pembatas maupun papan peringatan sebagai petunjuk pada pengendara.

"Seharusnya, dipasang plang pembatas atau papan peringatan, kalau seperti ini bisa saja pengendara terperosok kedalam jurang,"ujar Wahid. (SP/Alan)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved