Berita OKI

Tol Pematang Panggang-Kayuagung Sepanjang 77 KM Ditargetkan selesai Juli 2019

Wakil Bupati OKI, HM Rifai SE mengaku, senang Menteri BUMN menyempatkan diri melintas di jalan tol Pematang Panggang – Kayuagung

Tol Pematang Panggang-Kayuagung Sepanjang 77 KM Ditargetkan selesai Juli 2019
Sripo/ Mat Bodok
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno beserta rombongan saat melintas ke Tol Pematang Panggang – Kayuagung (PPKA), Rabu (29/8/2018). 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG-Kegiatan ekspedisi tembus tol lintas Sumatera yang dilakukan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno beserta rombongan, juga melintas ke Tol Pematang Panggang – Kayuagung (PPKA), Rabu (29/8/2018).

Rombongan yang datang langsung dari Bandar Lampung tersebut menyempatkan diri mampir sebentar dan disambut langsung Wakil Bupati OKI, HM Rifai SE, Sekretaris Daerah, H Husin MM serta Kadis OPD.

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Palembang.

Baca: Aksi Presiden Jokowi Berpelukan dengan Prabowo Subianto Viral, Begini Komentar Ruhut Sitompul

Baca: Demam Masuk Pak Eko Menyebar ke Seluruh Dunia, DJ Marshmello Tulis Caption Begini

Wakil Bupati OKI, HM Rifai SE mengaku, senang Menteri BUMN menyempatkan diri melintas di jalan tol Pematang Panggang – Kayuagung, yang pembangunannya saat ini sudah mencapai 75 persen.
"Pengerjaan terus dikebut, karena ditargetkan akan selesai pada Juli 2019 mendatang,” tutur Rifai.

Mudah-mudahan target itu bisa tercapai, mengingat saat ini tidak ada kendala yang dapat menghambat pengerjaan tol dengan panjang 77 kilometer tersebut.

Saat ini masuk musim kemarau, artinya tidak terjadi hujan, sehingga tidak menghambat proses pengerjaan. Nantinya setelah selesai akan dilakukan uji coba, dan pada September tahun depan bisa diresmikan oleh Presiden RI.

Baca: Waspadai Penipuan Penarikan Dana Tunai BPJS Ketenagakerjaan dan Pencurian Data Berkedok Survei

Demikian, persoalan ganti rugi lahan pembangunan Jalan Tol Pematang Panggang Kayuagung, persisnya di Desa Arisan Buntal Kecamatan Kayuagung, masih ada kendala dalam pembayaran.

Lantaran pemilik lahan menolak pembayaran karena, tidak sesuai dengan luas tanah yang dimiliki.

Kedatangan Menteri BUMN sebenarnya, sangat dinanti oleh pemilik lahan agar persoalan lahan milik Jali dapat terselesaikan dengan baik.

Baca: Hotman Paris Makan di Pinggir Jalan Sambil Naik Mobil Lamborghini, Benda Ini Jadi Sorotan

"Diharapkan datang Bu Menteri BUMN ke OKI, agar ada penyelesaian ganti rugi lahan," kata Palo panjang lebar, karena dirinya juga salah satu pendukung pembangunan yang sedang berjalan.

Halaman
12
Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved