Berita Prabumulih

Pekerja Harian Lepas Prabumulih Belum Terima Gaji karena Lakukan Kesalahan Ini

Memang sejauh ini ada sejumlah PHL belum dilakukan pembayaran, namun hal itu disebabkan kesalahan para pekerja

Pekerja Harian Lepas Prabumulih Belum Terima Gaji karena Lakukan Kesalahan Ini
Tribun Sumsel/ Edison
Penjabat (PJ) Walikota Prabumulih, H Richard Cahyadi Ap Msi 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Banyaknya keluhan para pekerja harian lepas (PHL) belum mendapatkan upah lelah seperti yang dijanjikan pemerintah, dibantah Penjabat (PJ) Walikota Prabumulih, H Richard Cahyadi Ap Msi.

Ricard menegaskan, ribuan PHL yang semula tidak memiliki gaji itu telah mendapatkan uang upah lelah sejak beberapa hari lalu atau awal agustus.

"Uang lelah para PHL sudah kita bayarkan, bahkan sudah ditransfer ke rekening masing-masing, tidak benar info belum dibayar," tegasnya ketika diwawancarai di gedung Pemkot Prabumulih, Jumat (3/8/2018).

Baca: Info Penutupan Jembatan Ampera Besok (Sabtu-Minggu) Ini Kata Kasat Lantas Polresta Palembang

Richard mengatakan, memang sejauh ini ada sejumlah PHL belum dilakukan pembayaran, namun hal itu disebabkan kesalahan para pekerja itu sendiri karena belum melengkapi berkas adiministrasi yang dibutuhkan pemerintah.

"Sebagian besar sudah dibayar, ada yang belum itu karena tidak melengkapi berkas seperti disampaikan dan tidak ada buku rekening tabungan, bagaimana mau kirim uang kalau buku tabungan tidak ada dan berkas belum lengkap. Enak saja mau dibayar kalau melengkapi berkas saja tidak mau, tapi kalau berkas dilengkapi akan dibayarkan," bebernya.

Disinggung apakah PHL yang masa bodoh mengurus berkas dan tidak disiplin tersebut layak dilakukan evaluasi atau pemberhentian.

Baca: Asia Pulp Paper Tahun Kucurkan Rp 50 Miliar Cegah dan Tanggulangi Kebakaran Selama Asian Games

Richard menjelaskan terkait evaluasi atau pengurangan tentu kedepan akan menjadi kewenangan pemerintah kedepan.

"Memang tipikal masyarakat berbeda-beda, ada yang menggebu-gebu melengkapi berkas dan ada pula yang masa bodoh, menjadi wewenang yang akan datang jika memang akan ada pengurangan," katanya.

Penulis: Edison
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help