Berita OKI

Sepakati Rute Penyebarangan Tl Selapan- Basel Sepanjang 13,5 km, OKI jadi Jembatan Sumsel- Babel

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Pemda Bangka Selatan, jajaki kerjasama pembangunan

Sepakati Rute Penyebarangan Tl Selapan- Basel Sepanjang 13,5 km, OKI jadi Jembatan Sumsel- Babel
Pemkab OKI
Sepakati Rute Penyebarangan Tl Selapan- Basel Sepanjang 13,5 km, OKI jadi Jembatan Sumsel- Babel 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG --- Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Pemda Bangka Selatan, jajaki kerjasama pembangunan antar daerah di berbagai bidang. Salah satu poin kerjasama antar dua daerah tersebut, yaitu rencana untuk membuka rute baru penyebarangan Bangka Selatan ke Tulung Selapan Ogan Komering Ilir, Sumsel.

“Karena ini lintas provinsi maka kewenangan di pemerintah pusat maka dengan adanya kesepakatan antara dua daerah (OKI-Bangka Selatan) bisa jadi dasar pengusulan pembangunan Jembatan Penghubung Bangka-Sumsel ke Pemerintah pusat” Ungkap Asisten I Setda OKI, H. Antonius Leonardo pada rapat penjajakan kerjasama antar daerah (Kabupaten OKI-Bangka Selatan) di Kantor Bupati OKI, Senin, (21/5).

Wacana pembangunan Jembatan sepanjang 13,5 kilometer yang akan menghubungkan Pulau Bangka dengan Pulau Sumatera, tepatnya Desa Permis, Kabupaten Bangka Selatan, dengan Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel sudah santer sejak dua tahun lalu.

Di lansir dari Bangka Pos Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dan Provinsi Sumsel telah melakukan penandatanganan MOU pembangunan infrastruktur antar dua wilayah tersebut.

“Antara Pak Gubernur kita (Gubernur Provinsi Bangka-Sumsel) sudah sama-sama sepakat, sekarang tinggal diperkuat kerjasama antar Kabupaten” Ungkap Asisten I Setda Bangka Selatan, Asri Husman, SE saat berkunjung ke Kabupaten OKI

Ditambahkan Asri Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah melaksanakan kegiatan pre-feasibility serta penyusunan DED.

Dari hasil Feasibility menurut dia jarak tempuh OKI – Basel diperkirakan hanya berkisar 30 menit saja. Ihwal pembiayaan pembangunan jembatan, menurutnya diusulkan menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Banyak keuntungan yang dirasakan dua daerah secara langsung jika jembatan tersebut terealisasi. Salah satunya meningkatkan sektor perekonomian dan pariwisata.
Selain itu, akses masuknya sembako dari Pulau Sumatera menjadi lebih mudah.

Selama ini, kata Asri, sembako dan kebutuhan ekonomi lain sering terkendala gelombang tinggi. Akibatnya, harga sembako di Bangka tinggi.

Editor: Melisa Wulandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved