Berita Musi Rawas

Daftar Wilayah Rawan Banjir, Longsor dan Puting Beliung di Musi Rawas, BPBD Siagakan Personel 24 Jam

Mewaspadai bencana alam, BPBD Kabupaten Musi Rawas, siaga selama 24 jam, baik personel maupun peralatan. 

Tayang:
Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Shinta Dwi Anggraini
sripoku/Eko Mustiawan
SIAGA BENCANA -- Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Musi Rawas, H A Darsan saat diwawancarai beberapa waktu lalu. Dalam wawancara terbarunya, Kamis (27/11/2025), Darsan mengatakan, BPBD Musi Rawas pihaknya tetap siaga selama 24 jam di Posko Induk, termasuk juga personel maupun peralatannya untuk mengantisipasi potensi bencana. 

1. Kecamatan Muara Lakitan
2. Kecamatan Muara Kelingi
3. Kecamatan BTS Ulu 
4. Kecamatan Megang Sakti
5. Kecamatan Selangit 
6. Kecamatan STL Ulu Terawas

B. Daerah Rawan Longsor 

1. Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut
2. Kecamatan Selangit 
3. Kecamatan STL Ulu Terawas

C. Daerah Rawan Puting Beliung 

1. Kecamatan Tugumulyo
2. Kecamatan Selangit
3. Kecamatan STL Ulu Terawas 
4. Kecamatan Megang Sakti

Hanya saja sambung Darsan, berdasarkan hasil monitoring wilayah sungai di Kabupaten Musi Rawas, baik Sungai Kelingi, Sungai Lakitan maupun Sungai Musi, masih dalam kondisi normal. 

"Kalau untuk debit air sungai masih normal. Namun, jika di wilayah Empat Lawang dan Curup hujan lebat, itu bisa banjir di wilayah kita. Karena air bermuara di Kabupaten Mura," jelasnya.

Kemudian lanjut dia, untuk menyikapi situasi tersebut, BPBD Mura akan membuat surat keputusan (SK) tentang status siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor untuk wilayah Kabupaten Mura. 

"Kami selalu sampaikan kepada para Camat dan Kades di Musi Rawas untuk mengantisipasi bencana yang mungkin terjadi," jelasnya. 

Di samping itu, BPBD juga telah mempersiapkan personil Satgas Tim Reaksi Cepat (TRC) yang melaksanakan piket 24 jam setiap hari, guna merespon apabila ada kejadian bencana. 

"Posko kami ada di Sekretariat BPBD Musi Rawas, kami sudah siaga 24 jam untuk bencana apapun kami siap turun," ungkapnya. 

Selain personel masih kata Darsan, pihaknya juga sudah menyiagakan peralatan seperti live jaket, kendaraan tanki air guna suplai air bersih jika dibutuhkan warga sebanyak dua unit kapasitas 5000 liter air, alat penyuling air bersih satu unit, tenda pengungsi sebanyak lima unit dengan kapasita 50 orang setiap tendanya. 

"Kemudian juga ada pompa portabel bertekanan tinggi, penyedot air dua unit, satu unit layar monitor pendeteksi gempa  terhubung langsung dengan BMKG," tutupnya.

 

 

Baca berita menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved