Remaja Bunuh Kekasih di Ogan Ilir
Belum Siap Nikah, Remaja di Ogan Ilir Bunuh Pacar Hamil 3 Bulan, Diracun Lalu Jasad Diikat di Pohon
Tersangka Sandeno alias Dino(18) gelap mata dan langsung merencanakan pembunuhan setelah sang kekasih mengaku dirinya tengah berbadan dua usia 3 bulan
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- Tersangka Sandeno alias Dino (18), menghabisi nyawa kekasihnya, Yusnani (30), di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan
- Remaja berusia 18 tahun tersebut mengakui bahwa dirinya belum siap secara mental maupun finansial untuk menikahi korban dan memikul tanggung jawab sebagai seorang ayah.
- Saat itu, korban mengaku tengah hamil di usia kandungan tiga bulan.
TRIBUNSUMSEL.COM - Sandeno alias Dino (18), remaja yang tega menghabisi nyawa kekasihnya, Yusnani (30), di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, mengungkapkan secara gamblang motif perbuatannya.
Saat diwawancarai TribunSumsel.com, tersangka mengaku gelap mata dan langsung merencanakan pembunuhan setelah sang kekasih mengaku dirinya tengah berbadan dua.
Remaja berusia 18 tahun tersebut mengakui bahwa dirinya belum siap secara mental maupun finansial untuk menikahi korban dan memikul tanggung jawab sebagai seorang ayah.
Saat itu, korban mengaku tengah hamil di usia kandungan tiga bulan.
Baca juga: Remaja di Ogan Ilir yang Racuni Kekasih Hingga Tewas karena Hamil Kini Minta Maaf, Ngaku Menyesal
Rasa panik yang mendalam setelah mengetahui hal itu memicu lahirnya niat keji untuk melenyapkan korban beserta calon darah dagingnya sendiri.
"Belum siap tanggung jawab, belum siap nikah, sudah hamil 3 bulan," tutur Sandino dengan nada datar saat diwawancara pada Senin (15/6/2026).
Tersangka dan korban sendiri menjalin hubungan dengan jarak usia yang terpaut jauh, perbedaan 12 tahun.
Rasa enggan untuk menikahi korban membuat tersangka mematangkan rencana pembunuhan.
Ia kemudian mengajak korban jalan-jalan ke sebuah kawasan perkebunan karet yang sepi.
Di sanalah ia memanfaatkan kepercayaan korban untuk meminum cairan yang telah dicampur dengan racun rumput.
"Setelah saya kasih racun, ia puyeng, kejang, puyeng. Sudah puyeng, muntah-muntah. Pas muntah-muntah itu langsung berbusa mulutnya," ujar tersangka.
Melihat kekasihnya tidak berdaya dan sekarat di area perkebunan, pikiran Sandino langsung tertuju melakukan upaya menyembunyikan perbuatannya.
Baca juga: Fakta Baru SD, Remaja di Ogan Ilir Racuni Kekasih Hingga Tewas karena Hamil, Akui Pemakai Sabu
Ia memanfaatkan situasi sepi di kebun karet untuk merekayasa kematian korban seolah karena mengakhiri hidup.
Ia menggunakan jilbab yang dikenakan korban untuk menggantung jasadnya di sebuah pohon karet.
"Saya gantung di pohon karet. Pakai motor, motor saya standarkan dua. Pas saya sudah standar dua, jilbab itu sudah saya gantung ke atas. Jilbab korban saya buka. Pas sudah itu saya peluk dia, naik ke motor. Sudah saya naik ke motor, langsung saya lilitkan ke lehernya. (Tujuannya) biar dia itu, biar dia ketahuan gantung diri, buat ngilangin jejak," ungkapnya secara gamblang.
| Remaja di Ogan Ilir yang Racuni Kekasih Hingga Tewas karena Hamil Kini Minta Maaf, Ngaku Menyesal |
|
|---|
| Diracuni Pacar, Polisi Tunggu Hasil Autopsi Racun Rumput di Jasad Wanita Hamil Ogan Ilir |
|
|---|
| Fakta Baru SD, Remaja di Ogan Ilir Racuni Kekasih Hingga Tewas karena Hamil, Akui Pemakai Sabu |
|
|---|
| Awal Mula Kisah Cinta Berujung Maut di Ogan Ilir, Remaja Racuni Kekasih yang Lagi Hamil Hingga Tewas |
|
|---|
| Pengakuan SD, Remaja di Ogan Ilir Racuni Kekasih Hingga Tewas Karena Hamil : Saya Salah, Dia Baik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Tersangka-Sandeno-alias-Dino18-gelap-mata-dan-langsung-merencanakan-pembunuhan.jpg)