Remaja Bunuh Kekasih di Ogan Ilir
Awal Mula Kisah Cinta Berujung Maut di Ogan Ilir, Remaja Racuni Kekasih yang Lagi Hamil Hingga Tewas
Tersangka SD (18), ungkap perkenalannya bermula karena korban Yusnani bertugas juru masak di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Rambang Kuang.
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- Tersangka berinisial SD alias DN (18) membunuh kekasihnya YS (29) di Ogan Ilir dengan racun rumput karena tidak siap tanggung jawab korban hamil
- Tersangka mengaku perkenalan keduanya bermula karena korban bertugas sebagai juru masak di Ponpes tempatnya belajar;
- Keduanya diakui tersangka telah melakukan hubungan layaknya suami-istri hingga akhirnya korban mengaku hamil tiga bulan.
TRIBUNSUMSEL.COM - Kasus pembunuhan berencana terhadap YS (29 tahun) di perkebunan karet Desa Tanjung Miring, Ogan Ilir, mengungkap fakta baru mengenai latar belakang hubungan antara korban dan tersangka.
Diberitakan sebelumnya, YS tewas diracuni oleh kekasih berondongnya sendiri berinisial SD alias DN (18 tahun) setelah meminta pertanggungjawaban atas janin yang dikandungnya.
Berdasarkan keterangan tersangka, perkenalan keduanya bermula karena korban bertugas sebagai juru masak di salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kecamatan Rambang Kuang.
Sementara, tersangka saat itu menempuh pendidikan di Pondok Pesantren tersebut
Baca juga: Pengakuan SD, Remaja di Ogan Ilir Racuni Kekasih Hingga Tewas Karena Hamil : Saya Salah, Dia Baik
Dari intensitas pertemuan sehari-hari di lingkungan ponpes, keduanya kemudian memutuskan untuk menjalin hubungan asmara secara diam-diam.
"Korban orangnya baik. Kalau masak, selalu kasih saya makanan dan saya, iya (jatuh cinta). Di ponpes tidak mungkin dibolehkan pacaran. Saya dan dia pacaran diam-diam," kata SD saat diwawancarai TribunSumsel.com, Sabtu (13/6/2026).
Hubungan asmara antara SD dan YS tetap berlanjut meskipun tersangka sudah menyelesaikan pendidikan menengah pertamanya dan keluar dari ponpes pada tahun 2024 lalu.
Korban sendiri diketahui merupakan seorang janda satu anak.
Namu, anak semata wayangnya meninggal dunia beberapa waktu sebelumnya.
Selama menjalin hubungan pasca-ponpes, keduanya diakui tersangka telah melakukan hubungan layaknya suami-istri hingga akhirnya korban mengaku hamil tiga bulan pada awal Juni.
Baca juga: Sosok SD, Remaja di Ogan Ilir Racuni Kekasih Hingga Tewas Karena Hamil, Letakkan Jasad di Pohon
Pengakuan tersebut memicu kepanikan pada diri tersangka karena tidak siap untuk bertanggung jawab.
Awalnya, tersangka sempat menyarankan agar kandungan tersebut digugurkan, namun upaya itu tidak dapat dilakukan.
"Saya awalnya ingin kandungan korban digugurkan saja. Tapi ternyata tidak bisa," ujar tersangka.
Tersangka kemudian mengubah niatnya dan merencanakan pembunuhan terhadap korban.
Eksekusi dan Rekayasa Kematian Korban
Hingga pembunuhan tersebut terjadi pada Rabu (10/6/2026) petang.
| Pengakuan SD, Remaja di Ogan Ilir Racuni Kekasih Hingga Tewas Karena Hamil : Saya Salah, Dia Baik |
|
|---|
| Sosok Y, Wanita Tewas Diracuni Kekasih Berondong di Ogan Ilir Usai Ngaku Hamil |
|
|---|
| Sosok SD, Remaja di Ogan Ilir Racuni Kekasih Hingga Tewas Karena Hamil, Letakkan Jasad di Pohon |
|
|---|
| Beda 11 Tahun, Remaja di Ogan Ilir Racuni Kekasih Hingga Tewas Karena Hamil, Tak Mau Tanggung Jawab |
|
|---|
| Kronologi Remaja di Ogan Ilir Racun Kekasihnya Hingga Tewas Karena Ngaku Hamil, Motor dan HP Digasak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Breaking-News-Remaja-di-Ogan-Ilir-Racun-Kekasihnya-yang-Hamil-Hingga-Tewas-Menolak-Tanggung-Jawab.jpg)