Berita OKU

Developer di OKU Menjerit, Harga Material Bangunan Naik 35 Persen dan Suku Bunga Mengancam

Pengembang properti di OKU Raya mengeluhkan kenaikan harga material bangunan hingga 35?n bahan alam sebesar 30%.

Tayang:
Penulis: Leni Juwita | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Sripoku.com/Leni Juwita
TERDAMPAK HARGA NAIK -- Tampak bangunan rumah yang dibangunan dengan fasilitas KPR di Kabupaten OKU. Para developer perumahan di Kabupaten OKU kini mengeluhkan terdampak naiknya harga material bangunan dan ancaman kenaikan suku bunga. 
Ringkasan Berita:
  • Pengembang properti di OKU Raya mengeluhkan kenaikan harga material bangunan hingga 35 persen dan bahan alam sebesar 30 % .
  • Kondisi ini diperparah dengan ancaman kenaikan suku bunga pinjaman pasca-kenaikan suku bunga (BI-Rate) di level 5,50 persen.
  • Dampaknya daya beli konsumen dipastikan akan jauh menurun, sehingga usaha properti akan semakin terpuruk.

TRIBUNSUMSEL.COM, BATURAJA -- Developer properti menjerit akibat kenaikan harga-harga material bangunan di kisaran 35 persen yang berdampak langsung kepada pengembang perumahan.

Kondisi ini diperparah dengan ancaman kenaikan suku bunga pinjaman pasca-kenaikan suku bunga (BI-Rate) di level 5,50 persen.

Ketua Realestat Indonesia (REI) OKU Raya, Ketut Sumartayasa mengatakan, developer terkena langsung akibat kenaikan material bangunan, khususnya untuk perumahan subsidi yang dijual dengan harga Rp166.000.000/unit sesuai harga yang ditetapkan pemerintah.

Dengan kondisi harga material yang sudah melambung seperti saat ini, developer merasa keberatan.

Karena biaya operasional terlampau tinggi dengan harga jual yang sudah ditetapkan pemerintah. 

"Untungnya sangat tipis tidak sesuai dengan biaya operasional yang dikeluarkan," ujarnya, Jumat (12/6/2026). 

Baca juga: Imbas Pertamax Naik, Ongkos Travel di Pagar Alam Melonjak, Tujuan ke Palembang Bakal Jadi Rp200 Ribu

Ancaman lainnya, kenaikan suku bunga pinjaman pasca-kenaikan suku bunga (BI-Rate) di level 5,50 persen dipastikan naik.

Akan memicu kenaikan suku bunga KPR (Kredit Kepemilikan Rumah), angsuran pinjaman nasabah diperkirakan akan naik juga.

Dampaknya daya beli konsumen dipastikan akan jauh menurun, sehingga usaha properti akan semakin terpuruk.

Ditegaskan Ketua REI OKU, saat ini memang belum ada kenaikan suku bunga KPR masih di level 5 persen/tahun (flat).

Tapi dengan adanya kenaikan suku bunga (BI-Rate) di level 5,50 persen akan memicu ikut naiknya suku bunga angsuran bagi nasabah yang dikhawatirkan daya beli rumah KPR akan melemah.

Dikatakan Ketut, kenaikan harga bahan-bahan alam seperti batu bata, pasir, koral, batu karang juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan mencapai 30 persen dari harga semula.

Faktor kenaikan harga bahan-bahan alam ini salah satunya dikarenakan ongkos angkut akibat kenaikan BBM.

Para developer (pengembang perumahan) sangat berharap kepada pemerintah untuk bisa menyesuaikan harga rumah bersubsidi.

Harga-harga material bangunan kini naik melambung, kenaikan rata-rata di kisaran 35 persen bahkan material tertentu seperti cat naik dua kali lipat lebih.

Seperti dituturkan Acam, pemilik toko bahan bangunan Garuda Mas, pasca-anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar, harga-harga material bangunan melonjak naik.

Untuk harga besi dari Rp8.000/kg menjadi Rp12.000/kg, cat dari Rp70.000–80.000/kg menjadi Rp110.000/kg, semen dari Rp65.000/zak menjadi Rp70.000/zak. Keramik dari 45.000 naik menjadi 65.000/kotak, tedmond 1.200 liter naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta lebih.

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp TribunSumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved