Berita OKU
Imbas Rupiah Anjlok dan BBM Naik, Harga Material di OKU Melonjak Buat Pembeli Makin Sepi
Harga-harga material bangunan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) kini naik melambung naik.
Penulis: Leni Juwita | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- Harga material bangunan melonjak rata-rata 35 persen akibat anjloknya nilai tukar rupiah dan kenaikan harga BBM.
- Pemilik Toko Bahan Bangunan Garuda Mas di Baturaja Timur mengeluhkan kondisi ekonomi yang lesu karena toko mereka kini sepi pembeli.
- Konsumen, mengeluhkan kenaikan harga bahan bangunan.
TRIBUNSUMSEL.COM, BATURAJA -- Harga-harga material bangunan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) kini naik melambung naik.
Kenaikan rata-rata di kisaran 35 persen, bahkan material tertentu seperti cat naik dua kali lipat lebih.
Acam, pemilik toko bahan bangunan Garuda Mas menuturkan pasca-anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar, harga-harga material bangunan melonjak naik.
Untuk harga besi dari Rp8.000/kg menjadi Rp12.000/kg, cat dari Rp70.000–Rp80.000/kg menjadi Rp110.000/kg, semen dari Rp65.000/sak menjadi Rp70.000/sak.
Keramik dari Rp45.000 naik menjadi Rp65.000/kotak, tedmond 1.200 liter naik dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta lebih.
Menurut pemilik Toko Bahan Bangunan Garuda Mas ini, dampak dari kenaikan bahan bangunan yang menggila ini, pedagang material bangunan mengalami sepi pembeli.
Belum lagi harga BBM naik mengakibatkan ongkos angkut juga mengalami kenaikan.
Dikatakan Acam, pelanggan yang berbelanja di toko Garuda Mas mendapat pelayanan antaralamat, kenaikan harga BBM juga berdampak pada pemilik toko bahan bangunan.
Menurut pemilik toko bangunan yang beralamat di Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU ini, pedagang material memang betul-betul sedang mengeluhkan kondisi ekonomi saat ini.
Penjual material bangunan berharap pemerintah membuat kebijakan yang berpihak kepada rakyat.
“Kalau terus-menerus seperti ini, semakin kacau ekonomi kita,” keluh Acam.
Terpisah, salah seorang warga di Kecamatan Baturaja Timur mengaku terkejut dengan kenaikan harga-harga material bangunan.
Dengan harga material bangunan yang sudah melambung seperti ini, Iman mengaku khawatir dirinya kesulitan menyelesaikan bangunan rumahnya yang saat ini masih dalam tahap awal.
Uang yang ditabungnya bertahun-tahun tidak akan cukup merampungkan bangunan rumahnya,
“Kalau material bangunan sudah naik seperti ini, khawatir duitku dak cukup nyudahi rumahku,” kata ayah dua anak ini dengan nada bingung.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp TribunSumsel.com
| Alva Elan Resmi Dilantik Jadi Sekda OKU, Bupati Teddy Meilwansyah Titip Percepatan Pembangunan |
|
|---|
| Menginap di Rumah Teman, Remaja di OKU Malah Mencuri HP dan Helm, Berakhir Masuk Penjara |
|
|---|
| ASN di Pemkab OKU Sumringah, Gaji ke-13 Hari Ini Sudah Cair |
|
|---|
| Dua Kali Bongkar Atap Toko Kelontong, Pencuri di Lengkiti OKU Akhirnya Ditangkap Polisi |
|
|---|
| Iduladha Makin Dekat, Pedagang Hewan Ternak di OKU Keluhkan Sepi Pembeli |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Imbas-Rupiah-Anjlok-dan-BBM-Naik-Harga-Material-di-OKU-Melonjak-Buat-Pembeli-Makin-Sepi.jpg)