OTT KPK di Muara Enim
Momen Bupati Muara Enim Edison Sebelum Terjaring OTT, Sempat Hadiri Acara Antikorupsi KPK
Penangkapan Edison hanya berselang lima hari setelah ia menghadiri acara penandatanganan komitmen pencegahan korupsi bersama KPK di Palembang
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
Ringkasan Berita:
- KPK menangkap Bupati Muara Enim, Edison, bersama 9 orang lainnya dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di Jakarta dan Sumatera Selatan.
- Penangkapan ini terjadi hanya berselang lima hari setelah Edison menghadiri acara penandatanganan komitmen pencegahan korupsi di Palembang
- Dalam operasi senyap terkait dugaan suap proyek pengadaan di Pemkab Muara Enim ini, KPK menyita barang bukti uang tunai senilai ratusan juta rupiah.
TRIBUNSUMSEL.COM- – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Muara Enim, Edison, dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar di Jakarta dan Sumatera Selatan pada Minggu (7/6/2026).
Penangkapan ini terjadi hanya berselang lima hari setelah Edison menghadiri acara penandatanganan komitmen pencegahan korupsi sektor Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Palembang.
Berdasarkan jejak digital di akun Instagram resmi @humaspimpinan_muaraenim, Edison baru saja mengikuti kegiatan penandatanganan komitmen pencegahan korupsi di sektor Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) pada Kamis (4/6/2026).
Acara yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama KPK itu digelar di Auditorium Bina Praja Pemprov Sumsel, Palembang.
Baca juga: Bupati Muara Enim Edison Kena OTT KPK, NasDem Sumsel Tegaskan: Beliau Bukan Kader Kami
Agenda tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Sumsel Herman Deru serta Deputi Bidang Informasi dan Data KPK, Eko Marjono.
Dalam unggahan dinasnya, Edison bahkan sempat memberikan imbauan tegas kepada seluruh aparatur Pemkab Muara Enim.
Ia meminta jajarannya proaktif memahami regulasi, menjaga transparansi, menghindari penggelembungan dana (mark-up), serta menolak keras proyek fiktif demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih.
“Bupati mengimbau seluruh aparatur Pemkab Muara Enim untuk selalu proaktif memahami regulasi, menjaga transparansi, menghindari mark-up, serta menolak keras pekerjaan fiktif demi tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel,” tulis akun @humaspimpinan_muaraenim.
Namun, imbauan tersebut seketika luntur. Pada Senin (8/6/2026), Edison justru menjadi target utama operasi senyap KPK.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi adanya operasi tangkap tangan yang dilakukan di dua wilayah sekaligus, yakni Jakarta dan Sumatera Selatan.
Total ada 10 orang yang diamankan oleh tim penyidik.
"Dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sepuluh orang di wilayah Jakarta dan Sumatera Selatan," jelas Budi dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/6/2026), dilansir dari Kompas.com.
Budi merinci, lima dari sepuluh orang yang ditangkap merupakan pejabat di lingkungan Pemkab Muara Enim, termasuk sang bupati, Edison.
Sementara itu, lima orang lainnya berasal dari pihak swasta yang diduga kuat bertindak sebagai penyuap atau rekanan proyek.
Hingga saat ini, tim KPK masih melakukan pendalaman di lapangan.
| Bupati Muara Enim Edison Kena OTT KPK, NasDem Sumsel Tegaskan: Beliau Bukan Kader Kami |
|
|---|
| Pasca-OTT KPK, Rumah Pribadi Bupati Muara Enim Edison di Pakjo Palembang Tampak Lengang |
|
|---|
| Malam Ini Diperiksa di Polda Sumsel, KPK Bakal Boyong Bupati Muara Enim ke Jakarta Besok |
|
|---|
| Bupati Muara Enim Terjaring OTT KPK, Pengamat Sosial Soroti Lemahnya Integritas |
|
|---|
| Wabup Muara Enim, Sumarni Ngaku Tak Tahu Ada OTT yang Menjerat Bupati Edison, Lagi di Palembang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Profil-Edison-Calon-Bupati-Muara-Enim-Unggul-di-Real-Count-KPU-Putra-Muara-Enim-Lama-Tugas-di-BPN.jpg)