Bus ALS Kecelakaan di Muratara
Lubang Disebut Jadi Penyebab Kecelakaan Maut Bus ALS di Muratara, Ternyata Kedalamannya Hanya 2 CM
Ketika ditanya mengenai potensi ada tersangka yang ditetapkan, pihaknya penentuan itu dilakukan tergantung proses penyidikan dan alat bukti.
Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Polda Sumsel menaikkan kasus kecelakaan maut Bus ALS dan truk tangki di Muratara ke tahap penyidikan setelah hasil penyelidikan menyebut sopir diduga menghindari lubang di jalan.
- Ditlantas Polda Sumsel menyatakan lubang di lokasi kejadian hanya sekitar 2 sentimeter, sementara penetapan tersangka masih menunggu proses penyidikan dan koordinasi dengan kejaksaan.
- Polisi juga telah memanggil pihak PT ALS dan akan menggelar perkara untuk menentukan langkah hukum selanjutnya.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Direktorat lalu lintas Polda Sumsel (Ditlantas) bersama tim TAA Korlantas Polri telah menaikkan status perkara kecelakaan maut bus ALS dengan truk tangki ke tingkat penyidikan.
Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana mengatakan, dari hasil penyelidikan tim gabungan di lapangan dan keterangan saksi kernet bus Muhammad Fadli lakalantas disebabkan menghindari lubang di jalan.
"Hasil penyelidikan dan keterangan saksi, kecelakaan akibat driver menghindari saat di jalan. Saat ini perkaranya sudah naik ke penyidikan," ujar Rony saat rilis di Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan, Jumat (15/5/2026).
Ketika ditanya mengenai potensi ada tersangka yang ditetapkan, pihaknya penentuan itu dilakukan tergantung proses penyidikan dan alat bukti.
"Sebagaimana prosesnya untuk menentukan siapa tersangka menunggu hasil penyidikan. Penentuan siapa tersangka juga kami akan koordinasi dengan Kejaksaan. Pihak bus PT ALS juga sudah dipanggil," katanya.
Baca juga: 14 Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara yang Berhasil Teridentifikasi, 11 Diserahkan ke Keluarga
Baca juga: Breaking News: Satu Lagi Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara Meninggal, Alami Luka Bakar 80 Persen
Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Maesa Soegriwo, mengatakan dari hasil olah TKP lobang yang dihindari sopir bus ALS di lokasi kejadian hanya sedalam 2 sentimeter.
"Memang banyak lubang tapi tidak dalam. Saya kesana kedalaman lubang hanya sekitar 2 sentimeter, kalau soal percikan api tidak tahu darimana," kata Maesa.
Dia menambahkan dari keterangan kernet yang selamat, bus ALS itu berangkat dari Pati, Jawa Tengah dengan mengangkut dua orang.
Lalu melintasi Semarang angkut penumpang 5 orang, Tegal 3 orang dan Lampung 3 orang.
"Sekitar tanggal 4 itu bus sampai di Lampung. Sementara tidak ada yang lain lagi (penumpang), dari keterangan kernet si Fadli ya begitu. Segera kami lakukan gelar perkara bersama dengan Kejaksaan juga," tutupnya.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
| 14 Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara yang Berhasil Teridentifikasi, 11 Diserahkan ke Keluarga |
|
|---|
| Firasat Pilu Joni Sebelum Jumiatun sang Ibu Meninggal Akibat Tragedi Bus ALS: Semalam Ingin Ketemu |
|
|---|
| Anak Ungkap Kondisi Jumiatun Sebelum Meninggal, Korban Lakalantas Bus ALS di Muratara Sempat Kritis |
|
|---|
| Pilu Ngadiono, Korban Bus ALS Kecelakaan di Muratara, Langsung Drop Dengar Istri Meninggal Dunia |
|
|---|
| Breaking News: Satu Lagi Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara Meninggal, Alami Luka Bakar 80 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Lubang-Disebut-Jadi-Penyebab-Kecelakaan-Maut-Bus-ALS-di-Muratara-Ternyata-Kedalamannya-Hanya-2-CM.jpg)