Bus ALS Kecelakaan di Muratara

14 Korban Kecelakaan Bus ALS di Muratara yang Berhasil Teridentifikasi, 11 Diserahkan ke Keluarga

Dari 14 jenazah yang telah teridentifikasi, sebanyak 11 jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga, Jumat (15/5/2026).

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/Rachmad Kurniawan
RILIS -- Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana didampingi Karo Labdokkes Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanty (kanan) menyampaikan hasil identifikasi jenazah korban bus lakalantas ALS dengan truk tangki, Jumat (15/5/2026). Ada 14 jenazah yang berhasil diidentifikasi. 

Ringkasan Berita:
  • Tim DVI Polda Sumsel dan Pusdokkes Polri telah mengidentifikasi 14 dari 17 jenazah korban kecelakaan Bus ALS dan truk tangki di Muratara, dengan 11 jenazah sudah diserahkan ke keluarga.
  • Polisi menyebut total korban meninggal menjadi 19 orang setelah dua korban lainnya meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit.
  • Tiga jenazah masih dalam proses identifikasi karena tim menunggu sampel DNA pembanding dari pihak keluarga.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumatera Selatan bersama Pusdokkes Polri telah berhasil mengidentifikasi 14 korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut Bus ALS dan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Dari 14 jenazah yang telah teridentifikasi, sebanyak 11 jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga, Jumat (15/5/2026).

Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Rony Samtana, mengatakan proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data post mortem dan ante mortem, termasuk pemeriksaan DNA korban dan keluarga.

“Dari pemeriksaan post mortem dan ante mortem, terdapat 14 jenazah yang sudah berhasil diidentifikasi. Tiga jenazah lainnya masih dalam proses karena kami masih menunggu data pembanding,” ujarnya saat rilis hasil identifikasi di RS Bhayangkara Polda Sumsel.

Ia menjelaskan, selain 17 korban meninggal yang ditemukan di lokasi kecelakaan, terdapat dua korban lain yang meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit, yakni Fahrul asal Tegal dan Jumiatun asal Pati, Jawa Tengah.

“Sehingga total korban meninggal dunia dalam peristiwa ini menjadi 19 orang, terdiri dari 17 korban di lokasi kejadian dan dua korban meninggal saat perawatan,” katanya.

Sementara itu, korban selamat bernama Ngadiono masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Palembang dan disebut mengalami perkembangan kondisi kesehatan.

“Pasien Ngadiono telah menjalani operasi kedua berupa pengangkatan jaringan nekrotik pada 11 Mei 2026 dan kini dipindahkan ke ruang rawat inap,” jelas Rony.

Karo Labdokkes Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanty, mengatakan seluruh pemeriksaan DNA dilakukan secara menyeluruh dan profesional, mulai dari ekstraksi sampel hingga analisis profil DNA.

Dari hasil pemeriksaan, sebanyak 11 jenazah berhasil diidentifikasi melalui pencocokan DNA. Sedangkan tiga korban lainnya dikenali berdasarkan data sekunder.

Korban atas nama Abella Zea Septiana teridentifikasi melalui data medis, Zulkifli dikenali dari kalung yang dikenakan, sementara Sukono teridentifikasi melalui dokumen identitas berupa KTP dan SIM yang ditemukan.

Saat ini, tiga jenazah lainnya masih belum teridentifikasi karena tim masih menunggu sampel DNA pembanding dari keluarga korban.

Baca juga: Firasat Pilu Joni Sebelum Jumiatun sang Ibu Meninggal Akibat Tragedi Bus ALS: Semalam Ingin Ketemu

Baca juga: Anak Ungkap Kondisi Jumiatun Sebelum Meninggal, Korban Lakalantas Bus ALS di Muratara Sempat Kritis

Daftar 14 korban yang telah teridentifikasi:

  1. Aldi Sulistiawan
  2. Hj. Syamsiah Bachri
  3. Zulpan Efendi
  4. Agustina Maharani
  5. Martoni
  6. Aryanto
  7. Klinton Wardana Marbun
  8. Bahrul Ulum
  9. Syafruddin NST
  10. Alif Supriyatin
  11. Budiyanto
  12. Abella Zea Septiana
  13. Zulkifli
  14. Sukono

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved