Banjir di Muratara

Kerusakan Dampak Banjir di Muratara, 4 Rumah Hanyut, 1 Tewas, Hingga Puluhan Ribu Jiwa Terdampak

Selain itu, empat rumah hanyut, satu rumah rusak sedang, dan enam rumah mengalami rusak ringan.

Tayang:
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/BPBD Muratara
BANJIR - Kondisi banjir yang terjadi di wilayah Kabupaten Muratara. 

Ringkasan Berita:
  • Banjir di Musi Rawas Utara mulai surut, namun masih merendam wilayah Kecamatan Karang Dapo dan Rawas Ilir dengan total 16.169 rumah serta 57.373 jiwa terdampak.
  • Selain merusak rumah dan fasilitas umum, banjir juga memutus sejumlah jembatan gantung serta menyebabkan satu balita berusia tiga tahun meninggal dunia.
  • BPBD Muratara menetapkan status siaga banjir dan mengimbau warga tetap waspada karena hujan masih berpotensi menyebabkan debit air kembali meningkat.

 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, MURATARA - Banjir di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, perlahan mulai surut.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, banjir kini masih menggenangi wilayah hilir, yakni Kecamatan Karang Dapo dan Kecamatan Rawas Ilir.

Di Kecamatan Karang Dapo, desa yang masih terendam meliputi Desa Kerta Sari, Desa Rantau Kadam, Desa Karang Dapo, Kelurahan Karang Dapo, Desa Biaro Lama, Desa Biaro Baru, dan Desa Aringin.

Sementara di Kecamatan Rawas Ilir, banjir merendam Desa Mandi Angin, Kelurahan Bingin Teluk, Desa Beringin Makmur I, Desa Beringin Makmur II, Desa Tanjung Raja, Desa Pauh I, Desa Air Bening, Desa Mekar Sari, dan Desa Belani.

Akibat banjir tersebut, sekitar 16.169 unit rumah masih terendam.

Selain itu, empat rumah hanyut, satu rumah rusak sedang, dan enam rumah mengalami rusak ringan.

Total warga terdampak mencapai 16.169 kepala keluarga atau sekitar 57.373 jiwa.

Bencana ini juga menyebabkan sejumlah infrastruktur mengalami kerusakan. Jembatan gantung di Desa Tanjung Beringin putus, sementara jembatan di Desa Terusan, Desa Sukamenang, Desa Noman, dan Desa Batu Gajah mengalami kerusakan sedang.

Selain itu, lima unit puskesmas pembantu, dua polindes, enam TK/PAUD, tujuh SD/MI, dua SMP/MTS, dan dua SMA/SMK masih terendam banjir.

Satu unit musala dilaporkan hanyut, sedangkan empat musala dan lima masjid lainnya masih terendam.

Total kerugian hingga kini masih dalam proses pendataan.

BPBD Muratara juga mencatat satu korban jiwa meninggal dunia, yakni seorang balita berusia tiga tahun.

Baca juga: Duka Banjir di Muratara : Bocah 3 Tahun Tewas Tenggelam, 4 Rumah Hanyut Hingga 64.624 Jiwa Terdampak

Baca juga: Tenggelam Saat Main Air Banjir di Rumah, Balita di Muratara Tewas, Oratng Tua Sibuk Evakuasi Barang

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Muratara, Mugono, mengatakan kondisi banjir di Kecamatan Rupit sudah surut, sementara banjir masih terjadi di Kecamatan Karang Dapo dan Rawas Ilir.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved