Banjir di Muratara

Banjir Muratara Rendam 2.867 Rumah, 5 Jembatan Gantung Putus, Berpotensi Terus Meluas

Wilayah yang paling dalam banjir Muratara berdasarkan pembaruan terakhir yakni di wilayah Desa Noman dan Batu Gajah.

Tayang:
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Weni Wahyuny
BPBD Muratara
BANJIR - Kondisi banjir di Muratara yang merendam 2.867 rumah. 

Ringkasan Berita:
  • Data BPBD Murtara, ada 2.867 rumah terdendam banjir, Jumat (8/5/2026).
  • Wilayah yang paling dalam berdasarkan pembaruan terakhir yakni di wilayah Desa Noman dan Batu Gajah.
  • Lima jembatan gantung di lima desa putus karena diterjang banjir.

Laporan wartawan TribunSumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Bencana banjir kini melanda Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan (Sumsel).

Dalam peristiwa ini, berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muratara, jumlah rumah terendam akibat banjir mencapai 2.867 rumah.

Banjir kini merendam dua kecamatan yakni Karang Jaya dan Kecamatan Muara Rupit.

Untuk wilayah Kecamatan Karang Jaya, desa yang terendam meliputi:

  1. Desa Lubuk Kumbung
  2. Desa Sukaraja
  3. Desa Muara Batang Empu
  4. Desa Rantau Telang
  5. Desa Tanjung Agung, Desa Sukamenang
  6. Kelurahan Karang Jaya
  7. Desa Muara Tiku
  8. Desa Terusan
  9. Desa Embacang.

Untuk Kecamatan Muara Rupit, desa yang terendam meliputi:

  1. Desa Tanjung Beringin
  2. Desa Noman
  3. Desa Noman Baru
  4. Desa Batu Gajah
  5. Desa Batu Gajah Baru
  6. Desa Maur Lama
  7. Desa Maur Baru.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Muratara, Mugono, menyampaikan wilayah yang paling dalam berdasarkan pembaruan terakhir yakni di wilayah Desa Noman dan Batu Gajah.

"Update sampai sekarang untuk yang paling dalam dua desa yakni Desa Noman dan Batu Gajah," ungkap Mugono saat dihubungi Tribunsumsel.com, Jumat (7/6/2026).

Baca juga: Banjir Besar Melanda Suka Menang Muratara, BMKG Ungkap 4 Faktor Penyebab Terjadinya Banjir

Mugono juga menyebutkan akibat peristiwa banjir ini ada lima jembatan gantung di lima desa putus karena diterjang banjir yang cukup tinggi.

"Totalnya ada 5 jembatan putus, yang masuk laporan di Desa Tanjung Beringin, Desa Terusan, Desa Batu Gajah, Desa Noman, satunya saya lupa," ungkapnya.

Mugono menyampaikan, bencana banjir di Kabupaten Muratara merupakan bencana tahunan dan disebabkan oleh luapan sungai karena intensitas hujan tinggi.

"Kemarin Kamis (6/5/2026) sejak Magrib sudah hujan sampai pukul 08.00 WIB pagi, akibatnya Sungai Rupit meluap merendam dua kecamatan," ujarnya.

Berpotensi Meluas

Akibat banjir ini juga wilayah Kabupaten Muratara kini berstatus siaga karena banjir berpotensi makin meluas seiring hujan masih mengguyur wilayah tersebut.

"Masyarakat kita imbau apabila debit air terus meningkat, warga tetap waspada dan mengamankan barang penting, dan siapkan langkah evakuasi jika air mulai naik," ungkapnya. (Joy)

Baca berita lainnya di Google News

Bergabung dan baca berita menarik lainnya di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved