Berita Prabumulih

Wanita Lansia Tewas Tertabrak Kereta Api Babaranjang di Prabumulih, Sempat Terseret 10 Meter

Rudinem (68), tewas tertabrak kereta api Babaranjang di perlintasan rel KM 322+928 Stasiun Besar C, Kelurahan Karang Raja, Prabumulih.

Penulis: Edison | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Dokumentasi/Polres Prabumulih
TERTABRAK KERETA API -- Rudinem (68) tewas tertabrak kereta api babaranjang di perlintasan rel KM 322+928 Stasiun Besar C Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Karang Raja Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, Sabtu (25/04/2026) subuh. 

Ringkasan Berita:
  • Rudinem (68), tewas tertabrak kereta api Babaranjang di perlintasan rel KM 322+928 Stasiun Besar C, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Karang Raja, Prabumulih.
  • Saksi sempat melihat korban berada di sekitar pinggir rel dekat pos polisi.
  • Saat kereta mendekat ke perlintasan, korban tiba-tiba masuk ke tengah rel hingga akhirnya tertabrak dan terseret kurang lebih sejauh 10 meter.

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH -- Seorang ibu-ibu tewas mengenaskan tertabrak kereta api Babaranjang di perlintasan rel KM 322+928 Stasiun Besar C, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Karang Raja, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, Sabtu (25/04/2026) sekitar pukul 04.45 WIB.

Korban diketahui bernama Rudinem (68) yang merupakan warga Jalan Patra, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Prabumulih Selatan, Kota Prabumulih.

Akibat kejadian tersebut, korban meninggal dunia di tempat dengan kondisi luka berat pada tubuh dan sempat terseret kereta api hampir sekitar 10 meter.

Menurut keterangan sejumlah saksi, korban terlihat sengaja ke tengah rel ketika kereta api Babaranjang dengan nomor perjalanan 3112 melaju dari arah Muara Enim menuju Palembang.

Saat menabrak korban, kereta api itu dikemudikan oleh masinis Octa Wibowo (42), dengan asisten masinis Andi Rachmat K (38), keduanya merupakan warga Kota Palembang.

Sementara itu, petugas PPKA yang bertugas di lokasi yakni Novriadi Dwi Cahyo (35), warga Prabumulih Timur.

Sementara itu, saksi Novriadi Dwi Cahyo menerangkan bahwa dirinya sempat melihat korban berada di sekitar pinggir rel dekat pos polisi.

Saat kereta mendekat ke perlintasan, korban tiba-tiba masuk ke tengah rel hingga akhirnya tertabrak dan terseret kurang lebih sejauh 10 meter.

"Sebelum kejadian korban di pinggir rel dekat pos polisi, kemudian ketika ada kereta tiba-tiba ke tengah rel dan tertabrak," ungkap saksi kepada petugas kepolisian.

Melihat kejadian kecelakaan itu, warga panik berhamburan usai kereta melintas dan jenazah korban ditutup menggunakan terpal sembari menunggu petugas kepolisian tiba di lokasi.

Selanjutnya, tim SPKT, Reskrim Polres Prabumulih, Polsek Prabumulih Timur, serta Tim Olah TKP Inafis Polres Prabumulih segera melakukan tindakan cepat di lokasi kejadian.

Tim Inafis melakukan olah TKP secara menyeluruh, dokumentasi, identifikasi korban, serta pengumpulan barang bukti guna memastikan kronologi kejadian secara akurat.

Selain itu, petugas juga mengumpulkan keterangan dari para saksi di lokasi serta melakukan evakuasi korban ke RSUD Kota Prabumulih untuk penanganan lebih lanjut.

Pihak kepolisian turut berkoordinasi dengan keluarga korban guna proses selanjutnya.

Kasat Reskrim Polres Prabumulih, AKP Jon Kenedi, mengatakan terkait kejadian itu pihaknya telah melakukan serangkaian tindakan kepolisian sesuai prosedur.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved